BORNEONEWS, Sampit - Asosiasi anggota pangkalan kayu lokal (Aspangkal) ramai-ramai ngeluruk ke kantor DPRD Kotawaringin Timur, yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Km 1 Sampit, Senin (19/9/2017).
Kedatangan mereka ingin mengadukan seperti apa kejelasan kayu untuk kebutuhan masyarakat lokal yang belakangan ini mulai sulit setelah adanya razia besar-besaran dari petugas. "Padahal kayu dari kami hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal saja," kata Ketua Asosiasi Aspangkal Kotim, M Sopian.
Sopian berharap ada kejelasan untuk mengatasi masalah tersebut, karena menurutnya dengan adanya razia yang dikorbankan masyarakat yang benar-benar untuk kebutuhan lokal.
Dari itu kedatangan mereka di DPRD Kotim untuk mengadu ke wakil rakyat itu mencari solusi seperti apa penyelesaiannya. Sebab, yang menjerit tidak hanya dari pengusaha pangkalan kayu saja, namun juga masyarakat yang membutuhkan kayu.
"Makanya tadi kami disarankan oleh Komisi II DPRD Kotim untuk melayangkan surat secara resmi, mereka siap untuk melaksanakan RDP dengan kami," tandas Sopian.
Kesempatan itulah, mereka akan menyampaikan semua keluh kesah mereka agar tidak ada lagi permasalahan di sektor kayu lokal tersebut. (NACO/B-2)
Aspangkal Kotim Ngeluruk ke Dewan
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bencana Karhutla Gambut Parah, Anggota DPRD Kotim Desak Langkah Nyata Menteri Kehutanan
Ketua DPRD Kotim Berharap Kunjungan Menhut Buka Jalan Bantuan Pusat untuk Karhutla
DPRD Kotim Berkomitmen Cegah Intervensi dan KKN dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Jembatan Menuju SMAN 1 Samuda Rusak Parah, DPRD Kotim Dorong Pembangunan Permanen
Ketua Komisi I DPRD Kotim Salurkan 12.400 Liter Air Bersih untuk Warga
RMP di Teluk Sampit Diharapkan Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Buka Lapangan Kerja
Komentar (0)
Memuat komentar…







