BORNEONEWS, Sampit - Masih terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuat status siaga diberlakukan sebulan yang lalu.

Bahkan saat ini status siaga karhutla tersebut diperpanjang hingga satu bulan kedepan. Hal tersebut disepakati karena hingga saat ini masih ada terjadi kebakaran lahan dan terpantaunya titik api.

"Masih ada terpantau titik api, jadi status siaga kami perpanjang hingga sebulan ke depan," ujar PLT Sekda Kotim Halikinnor, usai rapat evaluasi bersama tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan, Selasa (19/9/2017).

Diperpanjangnya status siaga ini dikarenakan berdasarkan pantau Badan Metodologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandar Udara H Asan Sampit, dimana dalam beberapa pekan kedepan bahwa lahan atau hutan di daerah ini cendrung panas mudah terbakar.

Sedangkan musim penghujan diperkirakan akan terjadi baru pada pertengahan tahun Oktober 2017 mendatang. Sehingga kerawanan kebakaran masih sangat mungkin terjadi, dan itulah yang harus diantisipasi, agar bencana kabut asap tidak terjadi di daerah ini.

"Saat ini daerah kita sudah masuk kemaru, namun kemarsu basah. Dan diperkirakan dalam beberapa hari kedepan kemarau terus terjadi dan rawan kebakaran hutan dan lahan," kata Halikinnor.

Adanya perpanjangan status siaga ini bukan tanpa sebab. Dimana dalam beberapa hari terakhir ada saja kebakaran yang terjadi di sekitar pemukiman warga maupun di tengah hutan yang sangat sulit dijangkau sehingga hal itu juga menjadi kendala bagi tim untuk memadamkannya. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)