BORNEONEWS, Sampit - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih terjadi.

Bahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mencatat ada 48 kejadian kebakaran di daerah ini selama Agustus hingga Pertengahan September 2017 ini.

"Ada 48 titik kebakaran yang terjadi selama dua bulan terakhir, dan itu menjadi perhatian kami selama ini," ujar PLT Sekda Kotim, Halikinnor, Selasa (19/9/2017).

Dari 48 titik api ini ada 266.727 hektare lahan yang terbakar. Dimana kebakaran itu terjadi di beberapa wilayah, mulai daerah selatan Kotim, tengah, hingga utara sebagian.

Kebakaran itu sendiri terjadi di sejumlah lahan milik warga, dan ada juga yang ditengah hutan. Sehingga untuk pemadaman sendiri sangat sulit dilakukan, apalagi dserah tempat kejadian sangat jauh dan belum ada akses menuju ke daerah tersebut.

"Dalam beberapa pekan terakhir, memang kebakaran tidak hanya di sekitar pemukiman atau kebun warga. Namun ada juga yang ditengah hutan, sehingga sangat sulit dipadamkan," lanjutnya.

Dengan adanya kejadian ini maka pihaknya saat ini kembali memperpanjang status siaga kebakaran hutan dan lahan, karena Kotim masih berpotensi terjadi karhutla.

Apalagi dari pantauan BMKG, dimana dalam beberapa hari kedepan kemarau terus terjadi, dan sangat rawan mengakibatkan kebakaran. Selain itu, kemarau juga diprediksi baru berakhir pada Oktober 2017.

"Bisa cepat berakhir, namun bisa juga kemarau makin panjang. Sehingga hal itulah yang harus kami antisipasi," terangnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)