BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) sangat penting untuk diketahui petani di Kabupaten Kapuas. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Anjono Bhakti Djoedir pada saat pemaparan PLP2B di Aula Bappeda, Rabu (20/9/2017).
"PLP2B nantinya memberikan hak dan kewajiban bagi petani harus bagaimana, sebab Kapuas merupakan lumbung pangan bagi Kalteng," kata Anjono Bhakti Djoedir.
Ia melanjutkan tahapan selanjutnya usai PLP2B, kawasan-kawasan pertanian akan diinventarisasi. Sehingga, insentif pemerintah pusat yang didapat petani tanaman pangan lebih jelas. "Nantinya sudah di tetap seluruh lahan pertanian di Kabupaten Kapuas kita bisa minta bantuan ke kementan baik,dari segi penganggaran, insentif berupa alat pertanian mau pun produksi," terangnya.
Ia berharap dengan adanya PLP2B ini pemerintah pusat bisa membantu dari anggaran untuk pemetaan, audit lahan pertanian. Sehingga lahan pertanian tidak lagi dialihfungsikan menjadi pemukiman, perkebunan atau fungsi lainnya.
"Kita sangat berharap sekali jangan sampai lahan pertanian di Kapuas akan habis dengan adanya kebijakan pusat terutama untuk (alihfungsi) perkebunan kelapa sawit," tegas dia. (DJIMMY NAPOLEON/B-8)
PLP2B Penting Untuk Diketahui Petani
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Sampah Liar Muncul Lagi Usai Penyegelan, Ini Respons Kadis LHK Kapuas
Sudah Disegel, Sampah Liar di Jalan Keruing Kapuas Masih Bermunculan
Kapuas Mengaji Dicanangkan di Pulau Petak
Kapuas Minta Dukungan Anggaran Provinsi Lebih Proporsional untuk Jalan, Pertanian dan Kesehatan
3.000 Santri Ikuti Upacara Hari Santri Nasional di Kapuas
Pembangunan Dermaga Waterfront City Kapuas Senilai Rp82,6 Miliar Ditarget Rampung Akhir Desember 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…






