BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Restorasi Gambut (BRG) melakukan 'Aksi Kerja Bersama Restorasi Gambut' di Desa Tanjung Taruna, kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (22/9/2017). Kepala BRG RI, Nazir Foead bersama Duta Besar dua negara, Perwakilan Bappenas dan Sekretariat Presiden RI hadir dalam kesempatan tersebut.
Ratusan warga desa sekitar terutama yang berkaitan dengan program penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dihadirkan. Berikut ratusan mahasiswa S1 Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya (UPR) dan mahasiswa program doktor (S3) serta sejumlah peneliti di kampus tersebut termasuk profesor peneliti asal Jepang, Mitsuru Osaki.
Kegiatan terbagi dua sesi, kuliah umum Kepala BRG dan duta besar menjadi sesi pertama pagi hingga siang. Sorenya, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran bakal datang di lokasi untuk penandatanganan kesepakatan mengenai program gambut berkelanjutan tersebut.
Kepala BRG RI, Nazir Foead mengatakan Kabupaten Pulang Pisau menjadi daerah paling penting di Indonesia untuk pengelolaan gambut agar tidak terbakar saat musim keirng arena. "Ini karena saking sangat luasnya. Ada empat kabupaten di Kalteng yang banyak memiliki areal gambut," ungkapnya.
BRG, kata Nazir, berkomitmen untuk menekan laju kebakaran gambut. Pada 2015 lahan di Kalteng yang terbakar seluas 2,6 jt ha, alareal itu ada yang terbakar di kawasan gambut dan ada yang bukan gambut. Tetapi menjadi karakter yang sangat susah pemadamannya jika kebakaran di lahan gambut.
"Itu dua tahun lalu. Kebakaran di gambut mencapai 37 persen dari total luas lahan yang terbakar. Lalu pada 2016 menurun, hingga 19 persen yang di areal gambut, ke depan kita harap terus menurun, dengan bekerja bersama-sama kita semua terutama warga sekitar," pungkasnya. (ROZIQIN/B-8)








