BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) menilai pengembangan industri hilir kelapa sawit di Indonesia termasuk sukses karena ekspor turunan Crude Palm Oil (CPO) sudah melampaui ekspor CPO.

"Selain memberikan nilai tambah, hilirisasi CPO juga bisa membatasi impor produk olahan CPO dari negara lain. Apalagi harga barang impor produk olahan CPO tersebut lebih mahal dibandingkan nilai ekspor CPO Indonesia," kata Direktur Eksekutif Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Iskandar Andi Nuhung, kepada pers di Jakarta, baru-baru ini.

Selama ini, menurut Andi, produk olahan CPO masih impor. Kalau industri hilirnya berkembang maka impor tidak perlu lagi.

"Pemerintah sebaiknya tidak terlena dengan pengembangan industri hilir CPO dalam negeri," katanya.

Iskandar beralasan bahwa negara lain tetap saja akan mencari cara untuk membendung ekspor produk turunan CPO ke negara mereka seperti saat ini terjadi pada produk biodiesel. (NEDELYA RAMADHANI/m)