BORNEONEWS, Palangka Raya - Skuad Kalteng Putra menelan kekalahan saat berlaga di kandang Persigo Semeru FC babak 16 besar Liga 2 Indonesia, Jumat (22/9/2017). Laga yang helat di Stadion Semeru, Lumajang itu berakhir dengan skor 0-1.
Gol tersebut merupakan hasil sepakan penalti di menit ke 68 usai wasit Saepudin menunjuk titik putih. Yoga Saifudin Rizal sukses menjebol gawang Kalteng Putra yang dijaga Galih Sudarsono.
Namun keputusan wasit dalam menunjuk titik putih itu diduga tidak netral dalam memimpin jalannya laga bergengsi itu. Pasalnya, tidak ada pelanggaran yang dilakukan pemain tim berjuluk Laskar Isen Mulang.
Skor 0-1 bertahan hingga laga usai. Dengan hasil ini, ambisi Kalteng Putra untuk mencuri poin pun pupus. Kalteng Putra tinggal bersiap-siap menghadapi jadwal laga selanjutnya.
Asisten Pelatih Kalteng Putra, Budi Sudarsono mengatakan, tidak ingin lebih jauh berkomentar masalah wasit tapi ia menyebut biarlah urusannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. "Biar dia sama yang di atas yang tahu. Tapi kami kecewa," kata Budi.
Budi menuturkan, jalannya laga sebenarnya sudah cukup apik. Kedua kesebelasan juga saling serang. Namun hingga babak pertama usai, skor masih kaca mata.
Di babak kedua, keduanya juga kembali menunjukan skill masing-masing. Namun, permainan berubah dan konsentrasipun pecah ketika wasit menunjuk titik putih.
"Setelah penalti, mainnya menjurus kasar. Pada pertandingan pertama, Semeru tertekan. Tapi setelah babak kedua apalagi penalti semuanya jadi rusak," ucap Budi penuh kecewa.
Sementara itu, Pelatih Kepala Persigo Semeru, Putut Wijarnako mengatakan, penalti atau gol lain menurutnya tidak masalah yang penting bisa menang. Ia juga menyebut tertekan oleh Kalteng Putra di awal laga karena mengikuti irama permainan.
"Di babak kedua kita lakukan evaluasi dan akhirnya bisa menang," katanya. (BUDI YULIANTO/B-11)








