BORNEONEWS, Palangka Raya - Binar gembira dan semangat tersurat dari wajah para siswa yang telah berkesempatan mewakili sekolahnya dalam tes menulis berita.
Tes ini dilaksanakan dalam program Journalist Goes to School yang dilaksanakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah.
Pelatihan ini melibatkan tujuh SMA di Kota Palangka Raya. Kegiatan ini kemudian memberikan penghargaan kepada 10 siswa yang dinilai aktif selama pelatihan serta berhasil menulis dengan baik berita sederhana yang menjadi tes dari para nara sumber.
"Kami bergembira ternyata para siswa banyak yang berbakat menjadi jurnalis. Buktinya, setelah kami uji, mereka dapat juga menulis berita sederhana dalam waktu satu jam. Nah, potensi ini harus dikembangkan di sekolah agar bakat mereka berkembang. Dukungan pihak sekolah dan para guru untuk turut membimbing mereka sangat perlu dilakukan," ungkap Ketua PWI Kalteng, H Sutransyah saat menutup kegiatan, Sabtu (23/9/2017).
Binar bahagia bahkan lebih tampak di wajah sepuluh siswa yang terpilih mendapatkan penghargaan terbaik tersebut. Sejumlah uang saku yang diterima langsung dari PWI tentu diharapkan sebagai bagian pemacu semangat berikutnya.
"Semangat untuk terus berlatih menulis karya jurnalistik, seperti berita dan feature di berbagai media, misalnya mading dan blog," tambahnya.
Sementara itu, Theodoxa Davadinata salah seorang dari 10 peserta terbaik menyatakan terima kasihnya kepada PWI Kalteng karena telah menggelar pelatihan jurnalistik ini.
"Kami berterima kasih kepada Bapak dan Ibu dari PWI yang telah memberi pelatihan jurnalistik kepada kami. Kami akan mencoba menerapkan ilmu yang telah kami peroleh agar kami juga bisa jadi jurnalis," kata Theodoxa siswa SMAN 5 Palangka Raya. (TESTI PRISCILLA/B-6)
Tes ini dilaksanakan dalam program Journalist Goes to School yang dilaksanakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah.
Pelatihan ini melibatkan tujuh SMA di Kota Palangka Raya. Kegiatan ini kemudian memberikan penghargaan kepada 10 siswa yang dinilai aktif selama pelatihan serta berhasil menulis dengan baik berita sederhana yang menjadi tes dari para nara sumber.
"Kami bergembira ternyata para siswa banyak yang berbakat menjadi jurnalis. Buktinya, setelah kami uji, mereka dapat juga menulis berita sederhana dalam waktu satu jam. Nah, potensi ini harus dikembangkan di sekolah agar bakat mereka berkembang. Dukungan pihak sekolah dan para guru untuk turut membimbing mereka sangat perlu dilakukan," ungkap Ketua PWI Kalteng, H Sutransyah saat menutup kegiatan, Sabtu (23/9/2017).
Binar bahagia bahkan lebih tampak di wajah sepuluh siswa yang terpilih mendapatkan penghargaan terbaik tersebut. Sejumlah uang saku yang diterima langsung dari PWI tentu diharapkan sebagai bagian pemacu semangat berikutnya.
"Semangat untuk terus berlatih menulis karya jurnalistik, seperti berita dan feature di berbagai media, misalnya mading dan blog," tambahnya.
Sementara itu, Theodoxa Davadinata salah seorang dari 10 peserta terbaik menyatakan terima kasihnya kepada PWI Kalteng karena telah menggelar pelatihan jurnalistik ini.
"Kami berterima kasih kepada Bapak dan Ibu dari PWI yang telah memberi pelatihan jurnalistik kepada kami. Kami akan mencoba menerapkan ilmu yang telah kami peroleh agar kami juga bisa jadi jurnalis," kata Theodoxa siswa SMAN 5 Palangka Raya. (TESTI PRISCILLA/B-6)








