BORNEONEWS, Palangka Raya - Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapat alokasi anggaran yang cukup besar dalam restorasi gambut, jika dibandingkan dengan tujuh provinsi lain di Indonesia yang memiliki kawasan gambut dan tengah mengalami degradasi. Salah satu program selain restorasi, terpenting adalah menjaga agar tidak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lokasi yang sama.

Anggota Komisi IV DPR RI, Hamdhani meminta upaya pencegahan Karhutla dimaksimalkan. Ia mengingatkan kejadian terbakarnya gambut yang melumpuhkan beberapa obyek vital sejumlah daerah di Kalteng, melumpuhkan transportasi, merugikan ekonomi, proses pendidikan dan kesehatan warga Kalteng.

Hal itu, agar terus menjadi pengingat bagaimana penting dan seriusnya menjaga lingkungan. "Kalteng ini yang dapat anggaran cukup besar ketimbang lainnya. Keterlibatan masyarakat, institusi terlebih lembaga pemerintah, mahasiswa, swasta, harus kerjasama untuk antisipasi. Cukup 2015 menjadi pembelajaran bagi kita," tandasnya kepada Borneonews, Sabtu (23/9/2017).

Sebagai legislator asal Kalteng, ia selalu berupaya mendorong peningkatan kualitas lingkungan di Kalteng dengan bantuan alokasi pendanaan, terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan untuk masyarakat setempat di areal gambut yang dijaga. "Dengan kata lain Livehood-nya harus kita perhatikan," katanya.

Sementara Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead mengatakan, secara penelitian ilmiah, kecenderungan gambut terbakar di lokasi yang sama cukup besar. Perlu upaya ekstra di kawasan terbakar tersebut agar gambut yang tersedia tidak benar-benar habis. Sebab jika demikian, akan membuat dampak yang membahayakan.

Hal kedua, selain memfungsikan sarana prasarana dan kelompok masyarakat peduli api (MPA) serta komponen lainnya, adalah penting untuk mempelajari cuaca dan iklim. Karakter antisipasi yang sistematis ini sangat membantu di samping penguatan personil dan sarana prasarana. (ROZIQIN/B-2)