BORNEONEWS, Sampit - Turnamen Piala Kemerdekaan Antar Kecamatan se-Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah memasuki babak semifinal. Ada empat tim yang akan beradu, yakni PS Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Utara FC, PS Baamang, dan PS Hadi Kencana Parenggean.
Dari masing-masing manager tim menginginkan wasit dalam dua laga tersebut bisa bersikap netral, tanpa memihak tim manapun. "Kami minta wasit di semifinal didatangkan dari luar Kotim, atau provinsi. Agar netralitas lebih terjamin," ujar Manager PS Hadi Kencana Parenggean, Samsudin, Senin (25/9/2017).
Permintaan tersebut bukan tanpa sebab. Apalagi, dalam beberapa laga di penyisihan hingga delapan besar ini. Wasit yang memimpin laga merupakan warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Juga Baamang. Sehingga dikhawatirkan adanya main mata nantinya.
"Kami hanya ingin wasit netral, tanpa berpihak terhadap suatu tim," kata Samsudin, yang juga menjabat sebagai Camat Parenggean.
Pihaknya bersama camat lainnya juga sudah siap melakukan patungan untuk mendatangkan wasit dari luar daerah tersebut. Hal itu dilakukan agar laga bisa berjalan dengan baik.
Sementara, Ketua Panitia Piala Kemerdekaan Moju Beti Suheru mengatakan, pihaknya sudah menampung permintaan para manager tersebut. Dan hingga saat ini masih menhubungi asosiasi wasit di provinsi.
"Mudah-mudahan tidak terbentur dengan turnamen di kabupaten lain di Kalteng ini. Sehingga wasit dari luar daerah bisa datang untuk memimpin dua laga tersebut," terang Heru.
Laga semifinal sendiri akan dimulai pada Selasa (26/9/2017) yang mempertemukan PS Mentawa Baru Ketapang melawan Mentaya Hilir Utara FC. Sedangkan laga kedua pada Rabu (27/9/2017), PS Hadi Kencana Parenggean melawan PS Baamang. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








