BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Empat aparatur sipil negara (ASN) yang sedang berproses hukum terkait sengketa balai benih pertanian dengan ahli waris Brata Ruswanda dikawal ketat dengan persenjataan lengkap oleh Polda Kalteng menuju Kejaksaan Negeri Pangkalan Bun.

Dengan menggunakan dua mobil, keempat ASN ini menuju ruang pidum untuk menjalani proses administrasi penyerahan berkas dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Pangkalan Bun. Haruskah mereka dikawal ketat bak teroris? "Silakan dikonfirmasi kepada Pimpinan saya di dalam yang berbaju merah, kami hanya menjalankan tugas," kata salah seorang anggota Polda Kalteng berpakaian taktis dan bersenjata lengkap, Selasa (26/9/2017).

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Pangkalan Bun, Bambang Dwi Murcolono mengatakan, pengamanan tersebut hal yang biasa karena anggota tidak mau mengambil resiko apabila terjadi sesuatu di perjalanan dari Palangkaraya ke Pangkalan Bun. "Hal yang biasa bahkan kepada tersangka korupsi juga dikawal seperti itu," kata Bambang.

Bahkan, hingga memasuki ruang Pidum tiga anggota CRT berpakaian taktis tetap berjaga di luar pintu masuk menuju ruang pidum. (KOKO SULISTYO/B-2)