BORNEONEWS, Muara Teweh – Setelah sempat berselisih paham antara Kepala Desa Sampirang I dan Kades Liju, Pemerintahan Desa Sampirang I dan Desa Liju Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara melaksanakan selamatan kampung puncak ritual perdamaian..

“Saya ucapkan terima kasih kepada pihak penyelenggara, karena telah mengundang kami untuk hadir dalam kegiatan ini. Diharapkan melalui momentum selamatan atau syukuran kampung ini nantinya akan lebih mempererat talisilaturahmi serta persaudaraan antara warga Kecamatan Teweh Timur khususnya warga Desa Sampirang I dan Desa Liju,” kata Bupati Barito Utara H Nadalsyah dalam sambut tertulis yang disampaikan Asisten Bidang Administrasi Umum, Fauzul Risma.

Pada puncak ritual perdamaian ini dilaksanakan karena merupakan bagian dari pemenuhan adat dalam rangka penyelesaian masalah antara dua kades yang berselisih. Yaitu Musmuliadi dan Pilotius sebagai tindak lanjut dari surat perjanjian damai 11 September 2017.

Disampaikan Fauzul, bupati berharap dengan adanya ritual perdamaian ini dapat merekatkan kembali ikatan kekeluargaan di Kecamatan Teweh Timur ini sesuai falsafah Huma Betang. “Jaga persatuan dan kesatuan warga di daerah ini agar tetap aman dan kondusif,” jelasnya.

Bupati Nadalsyah juga mengimbau seluruh kepala desa dan anggota BPD, demi suksesnya penyelenggaraan pembangunan dan pemerintahan desa agar kepala desa dan BPD mampu menampung dan menalurkan aspirasi masyarakat desa serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Hal ini menurutnya agar kegiatan pembangunan yang telah dirancang dalam RKPDes dan APBDes dapat berjalan sesuai rencana yang dharapkan.

"Saya tekankan untuk pentingnya transparansi anggaran dalam menyusun maupun membahas berbagai peraturan desa terutama dalam pembahasan APBDes agar sesuai apa yang diharapkan masyarakat," ucapnya. (RAMADHANI/B-6)