BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini kepengurusan di Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih vakum. Kondisi tersebut menjadi sorotan bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) daerah ini.
Sehingga Ketua KONI Kotim Halikinnor meminta agar kepada pihak PSSI agar segera membenahinya. Hal itu dilakukan agar persepakbolaan di daerah ini bisa berjalan dengan baik dan mampu meraih prestasi.
“Inikan diawali karena kepengurusan PSSI pusat yang bermasalah, namun saat ini kepengurusan PSSI pusat dan provinsi sudah tidak bermasalah lagi. Sehingga saya minta kepengurusan PSSI ini selesai sebelum pelaksanaan Porprov," ujar Halikinnor, Rabu (27/9/2017).
Ia mengancam jika kepengurusan tersebut masih bermasalah hingga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) dilaksanakan maka dana tidak akan digelontorkan kepada PSSI Kotim.
"Tidak akan kita berikan dana, karena kepengurusannya masih bermasalah," terang Halikinnor.
Halikin meminta agar PSSI segera berkonsultasi kepada PSSI Provinsi Kalteng agar bisa dilakukan Musda hingga ada salah satu yang terpilih menjadi ketua.
Dengan adanya hal itu, maka persepakbolaan di Kotim bisa lebih terorganisir, baik itu dalam pembinaan usia muda hingga turnamen yang bertarap provinsi maupun nasional bisa diikuti.
Hingga saat ini, persepakbolaan di Kotim masih menjadi pertanyaan bagi masyarakat. Karena tidak ada lagi kompetisi Divisi I, Divisi II, hingga Bupati Cup. Padahal turnamen tersebut sangat ditunggu-tunggu baik bagi warga pencinta sepakbola, maupun atletnya. Karena mereka tidak ada tempat untuk menunjukkan kemampuan dan bakat.
Walaupun dalam saat sudah ada turnamen Piala Kemerdekaan antar Kecamatan se-Kabupaten Kotim. Namun tetap saja membutuhkan turnamen yang berjenjang atau berkelas seperti beberapa tahun terakhir. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








