BORNEONEWS, Muara Teweh – Asisten II Setda Barito Utara Hendro Nakalelo meminta perpustakaan desa dijadikan pusat belajar dan berkegiatan masyarakat. Sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM ) masyarakat desa.

“Diharapkan juga kepala desa dapat menggunakan dana desa (DD) untuk pengembangan perpustakaan desa,” pinta Hendro saat membuka pertemuan pemangku kebijakan pendukung program Perpuseru di aula Bapedda, Rabu (27/9/2017).

Ia berharap, perubahan positif yang terjadi di perpustakaan daerah berdampak pada perpustakaan desa. Sehingga pada awal 2017 telah terpilih empat desa yang akan mereplikasi program Perpuseru, yakni Desa Lemo I, Desa Bintang Ninggi I, Desa Trahean. dan Desa Tringsing

“Sebagai simultan empat desa tersebut mendapat bantuan berupa tiga unit komputer,” ujar dia.

Menurutnya, program Perpuseru memprioritaskan pemuda, perempuan, dan pengusaha mikro sebagai sasaran. Dengan fokus pada isu pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi.

“Melalui program Perpuseru , saat ini perpustakaan telah bertransformasi tidak hanya sebagai tempat membaca dan meminjam buku, tetapi telah berkembang menjadi pusat belajar dan berkegiatan yang mengikuti kemajuan teknologi, informasi, dan kemunikasi” ungkapnya.

Disampaikanya pula bahwa perpustakaan telah memfasilitasi kegiatan yang menjadi kebutuhan masyarakat. Seperti pengembangan ekonomi, pertanian, pendidikan, dan kesehatan. Sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Seperti peningkatan pengembangan usaha dan pendapatan, peningkatan prestasi pendidikan, mendapatkan pekerjaan, berkembangnya usaha pertanian, dan meningkatkan pengetahuan kesehatan.

“Hal ini menunjukkan bahwa perpustakaan mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan pembangunan,” pungkasnya. (RAMADANI/B-3)