BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Program pembedayaan masyarakat masih banyak kekurangan, padahal program ini lebih mengarah pada keinginan masyarakat dan bisa diwujudkan dengan dikerjakan sendiri oleh masyarakat.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Lisa Nata Lestari, program pemberdayaan yang langsung berhubungan dengan masyarakat harus dievaluasi kembali.

Dinas PUPRPKP melalui Lisa Nata Lestari Kepala Bidang Cipta Karya mengatakan program yang bersentuhan langsung dengan masyarkat perlu dilakukan evaluasi kembali.Dimana masih ada kekurangan yang harus di benahi misalnya program  Neighborhood Upgrading and Shelter Project, Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), Tempat Pengelolaan Sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

"Masih ditemukan kekuramgan dalam program pemberdayaan masyarakat,baik itu dari perencanaan,pengelolaan sampai pemiliharaan tetap saja belum sempurna makanya kami evaluasi kembali," kata Lisa kepada Borneonews di ruang kerjanya, Rabu (27/9/2017).

Menurut Lisa, pekerjaan ini  ini tidak bersifat kontraktual, hanya bersifat swadaya masyarakat. Melihat fenomena ini, Lisa mengaku pesimistis masyarakat bisa melakukan evaluasi sendiri. Namun, di sisi lain, ia mengaku optimistis akan ada perubahan pola pikir dan tanggung jawab masyarakat dengan adanya dana desa (DD).

"Kita hanya bisa kritisi, tetapi harus ada saran, pendapat akan suatu pola dimana merubah cara berpikir masyarakat bahwa apa yang di bangun berdasarkan usulan dan keinginan mereka bisa dipertangungjawabkan, sepeti Pamsimas terkesan mengkrak tetapi kita berikan solusi untuk mengatsi itu," terang dia. (DJIMMY NAPOLEON/B-8)