BORNEONEWS, Sampit - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotawaringin Timur (Kotim), belum mengucurkan dana untuk perbaikan Stadion 29 November Sampit. Hal itu dikarenakan lapangan tersebut masih digunakan untuk kegiatan upacara maupun konser musik.

Ketua KONI Kotim Halikinnor mengatakan, untuk perbaikan lapangan sepakbola memerlukan dana yang cukup besar. Sehingga kalau saat ini diperbaiki, maka akan terbilang sia-sia. Karena masih digunakan untuk konser musik.

“Makanya lapangan sepakbola itu tidak kita anggarkan, karena tidak mungkin kita anggarkan untuk perbaikan jika di situ masih dilaksanakan kegiatan upacara, kemudian konser musik atau lainnya,” ujar Halikinnor.

Jika dilakukan perbaikan namun masih digunakan untuk upacara atau konser musik, maka rumputnya pasti akan hancur. Sehingga pihaknya masih menunggu tempat yang representatif untuk lokasi kegiatan selain sepakbola.

“Nanti kalau sudah ada tempat yang representatif untuk konser dan upacara, baru akan digelontorkan dana untuk membangun stadion dan lapangan sepakbola bagus yang memenuhi standar nasional,” pungkas Halikinnor. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)