BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah diminta untuk menciptakan dan mengembangkan produk khas Bumi Tambun Bungai itu.
Hal ini dikatakan Manager HR dan CDC PT Telkom Witel Kalteng, Dwi Anggara. Menurutnya, sejauh ini produk yang benar-benar khas Kalteng dan menjadi unggulan, masih relatif minim.
"Padahal potensi pasar untuk sebuah produk khas daerah, apalagi yang mengangkat kearifan lokal, masih terbuka lebar. Baik kuliner, kerajinan maupun produk kreatif lainnya, masih cukup sulit menemukan yang benar-benar ciri khas Kalteng," ujar Anggara di sela menyerahkan pinjaman lunak kepada mitra binaan Telkom Kalteng, Kamis (28/9/2017).
Anggara memastikan Telkom akan mendukung produk khas daerah, baik dari sisi permodalan maupun pemasaran. Pihaknya bahkan akan mengikutsertakan UMKM yang mengakat khas Kalteng dalam pameran industri kreatif Telkom.
Tentang pinjaman lunak, Anggara berpesan, agar tak dimanfaatkan untuk kepentingan konsumtif, melainkan digunakan secara optimal untuk mengembangkan usaha yang telah digeluti selama ini. Sehingga apabila usaha yang dimiliki bisa menjadi besar tentu akan meningkatkan taraf hidup dan akan menjadi usaha yang mandiri.
Untuk diketahui bahwa pinjaman modal usaha kerja dari Telkom ini bukanlah pinjaman secara cuma-cuma. Dana tersebut harus dikembalikan dengan cara mengangsur setiap bulan selama dua tahun, ujarnya.
Sebelumnya Off CDC Telkom Witel Kalteng Khoiri menjelaskan, jumlah pengusaha kecil dan menengah yang mendapat bantuan dana bergulir pada triwulan III/2017 tersebut sebanyak 35 orang, sedangkan total pinjaman yang disalurkan Rp1,2 miliar.
Pinjaman lunak yang diangsur selama dua tahun itu disalurkan kepada pengusaha kecil dan menengah yang bergerak di biang jasa, perdagangan, perikanan, industri, dan peternakan, ucapnya.
Menurut Khoiri, penerima suntikan modal usaha tersebut tak hanya berasal dari Palangka Raya, namun dua orang dari Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Gunung Mas.
Sejak 2002 silam sudah ada sekiar 3.100 lebih pengusaha kecil dan menengah yang menikmati pinjaman modal dari BUMN tersebut. Total dana bergulir yang sudah disalurkan lebh dari Rp63 miliar.
Menurut dia, besarnya bantuan pinjaman modal yang dikucurkan itu tidak hanya semata-mata karena menjalankan amanah UU No 19 Tahun 2003 tentang BUMN, ketentuan mengenai penyisihan dan penggunaan laba untuk keperluan pembinaan usaha kecil dan menengah yang dikemas dalam program corporate social responcibility.
Tapi yang lebih penting adalah sebagai bukti bahwa jajaran Direksi Telkom mempunyai perhatian tersendiri terhadap pengembangan UMKM di Kalteng yang mempunyai banyak ragam dan perlu diberdayakan. (TESTI PRISCILLA/B-6)







