BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) H Abdul Kadir menilai sektor kelautan dan perikanan diyakini mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi daerah ini.

"Kami yakin sektor kaluatan dan perikanan apabila dikelola secara profesional dan modern mampu mendongkrak PAD," kata Kadir, Jumat (29/9/2017)

Meski demikian selama ini sektor itu masih terkendala dalam pengembangan hingga minimnya anggaran, padahal jika potensi perairan di Kotim itu dikelola secara baik tentunya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan yang paling utama bisa meningkatkan PAD

Di Kotim menurut politisi partai Golkar ini tidak hanya perairan laut saja yang luas, namun juga memiliki sungai yang besar dan selama ini berpotensi menghasilkan sumber daya perikanan yang melimpah.

Selama ini menurutnya produksi ikan di Kotim tidak maksimal dilakukan akibat banyak kendala, bukan hanya karena pencurian yang dilakukan pihak luar, tetapi justru minimnya sarana penunjang bagi nelayan sehingga dampak itu menyulitkan mereka.

Menurut Kadir, sektor perikanan di Kotim ini mestinya ditunjang dengan fasilitas dari pemerintah daerah. Baik itu berupa alat tangkap, kapal, hingga ketersediaan bahan bakar minyak subsidi.

"Selama ini para nelayan mengeluhkan itu semua, apalagi soal BBM subsidi mereka tidak bisa bergerak kalau tidak ada itu," tukasnya.

Persoalan inilah menurutnya yang semestinya harus dipikirkan pemerintah agar keberpihakan terhadap para nelayan lebih difokuskan lagi. Agar masalah ini tidak berkepanjangan. (NACO/B-5)