BORNEONEWS, Palangka Raya - Legislator Kota Palangka Raya, Beta Syailendra, mengatakan bahwa pencegahan kecurangan berbagai tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) harus dimulai sedini mungkin.
Ia meminta Pemerintah Kota Palangka Raya memperhatikan hal itu sebagai prioritas pelaksanaan pemilihan umum. "Mulailah pencegahan kecurangan pilkada dari tahap pendataan. Ini penting," pesan Beta, Senin (2/10/2017).
Menurut Ketua Komisi A DPRD Kota Palangka Raya itu, tahap pendataan memang sangat rawan mengalami kecurangan. Lantaran pada tahap ini biasanya ada pemilih yang belum masuk dalam data.
"Kalau tidak cepat diantisipasi akan menimbulkan kerawanan pilkada dan ganggguan lainya," kata politisi PAN ini.
Menurut Beta, mengefektifkan pencegahan pada titik yang dianggap rawan kecurangan memang harus dilakukan sejak saat ini. Karena walaupun pemilihan wali kota (pilwalkot) Palangka Raya baru dilaksanakan tahun depan, tahun ini sudah ada tahapan yang dilakukan.
"Titik rawan pilkada maksudnya adalah upaya pencegahan kerawanan pada tiap tahapan pilkada. Seperti kita tahu tahapan pilkada saat ini sudah dimulai yakni tahap perencanaan. Pemko harus tahu di mana biasanya ada celah kecurangan yang dapat terjadi," tegas dia.
Bentuk kecurangan, menurut Beta, bisa berupa gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bahkan sampai manipulasi data pemilih. (TESTI PRISCILLA/B-3)








