BORNEONEWS, Palangka Raya - Himpunan Mahasiswa Kabupaten (HIMA) Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar keakraban di KNPI Kalteng, Minggu (1/10/2017) malam. Keakraban ini sekaligus dalam rangka menyambut hari jadi Kobar yang ke-58.

Apa harapan mereka kepada pemerintah daerah Kobar menyongsong hari jadi itu?

Ketua HIMA Kobar, Muhammad Alfansuri berharap, pemerintah setempat bisa lebih memperhatikan masyarakat pelosok desa. Perhatian jangan hanya ditingkatkan kabupaten saja.

"Salah satunya belum ada listrik. Seperti di tempat saya Desa Lalang, Kecamatan Kotawaringin Lama. Mudah-mudahan pemerintah lebih memperhatikan tempat terpencil dan pedesaan," harap pemuda 22 tahun yang juga mahasiswa semester 7, jurusan Agribisnis, Universitas Palangka Raya tersebut, Selasa (3/10/2017).

Selain masalah listrik, juga dapat memperhatikan dari sisi pertanian. Di daerah pedesaan, lanjut dia, masyarakat masih kebingungan untuk mencari solusi mengolah lahan tanpa harus dibakar.

"Mau menggarap lahan dilarang dibakar. Masyarakat bingung. Oleh sebab itu, pemerintah setempat maupun provinsi bisa memberikan solusinya sehingga kami nanti bisa menyampaikan," ungkapnya.

Terkait kegiatan keakraban, dia mengatakan bahwa itu bertujuan supaya hubungan silaturahmi mahasiswa Kobar yang sedang menuntut ilmu di bangku kuliah semakin solid.

"Makanya saya katakan harus melaksanakan kegiatan ini meskipun legalitas kita belum ada. Kita nanti juga akan mengajukan permohonan ke pemerintah supaya legalitas kita diterima," tuturnya.

Kegiatan keakraban tersebut juga dihadiri Anggota Komisi IV, DPRD RI, Rahmad Nasution Hamka. Dia mengatakan, pemerintah daerah harus memberikan perhatian penuh karena mereka adalah generasi penerus yang nantinya bisa menjadi seorang pemimpin.

Mengenai belum adanya legalitas HIMA Kobar untuk kepengurusan yang baru, Rahmad siap membantu. "Saya katakan mana SK nya biar saya sampaikan ke bupati supaya ada legalitasnya. Ini penting dan akan saya perjuangan. Saya juga salut karena belum ada legalitasnya saja sudah bisa melaksanakan kegiatan seperti ini. Kalau kepengurusan yang lama sudah ada legalitasnya," kata Rahmad.

Sementara itu, Ketua KNPI Kalteng, Fairid Naparin juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Awalnya, lanjut dia, HIMA Kobar sempat kebingungan dengan status legalitas mereka. Namun setelah mendapat perhatian dari beberapa tokoh, HIMA tersebut akhirnya tetap berjalan dengan baik.

"Saya mencoba untuk menjembatani. Mudah-mudahan pemerintah lebih memperhatikan," ucapnya. (BUDI YULIANTO/B-5)