BORNEONEWS, Palangka Raya - Politisi PDI Perjuangan Kota Palangka Raya, Nenie A Lambung menyesalkan sikap Dinas Perikanan (Diskan) yang berada di bawah Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya. Karena, dinas tersebut tidak memanfaatkan hasil studi banding yang dilakukan pihak dewan dan Pemko.

"Dinas Perikanan selama ini telah melakukan banyak studi banding ke daerah tetangga terkait bagaimana cara belajar pengembangan sektor perikanan. Namun hasil yang didapat tidak diimplementasikan," kata Nenie, Selasa (3/10/2017).

Seharusnya, lanjut Nenie, apa yang telah didapat bisa diterapkan dalam program yang dijalankan oleh Diskan sendiri. Misalkan saja, selama ini Palangka Raya kekurangan tenaga ahli atau minimnya sumber daya manusia di bidang perikanan ataupun kemampuan petugas perikanan yang lemah, maka perlu dicari jalan keluar.

"Semuanya bisa dilakukan, potensi jenis perikanan kita juga banyak, maka itu tidak ada istilah kekurangan itu menjadi alasan. Intinya daerah lain bisa, kenapa kita tidak. Ini kan cuma pengembangan sektor perikanan yang nyatanya kita memiliki potensi sumber daya alam yang sangat beragam dalam komoditas ikan ada di wilayah Kota Palangka Raya," cetus Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya ini.

Sebelumnya, Wali Kota Palangka Raya, HM Riban Satia mengaku kecewa dengan sektor perikanan di daerah yang ia pimpin. Kekecewaannya ini terjadi lantaran tak ada hasil berarti dari sektor perikanan yang dapat dilihat hingga saat ini.

"Dulu kita sudah studi banding ke Kalsel dan beberapa daerah lain terkait perikanan. Tapi sepertinya tidak ada hasil. Bila mengintip daerah lain, keberhasilan pengembangan perikanan sangat nyata dan itu bahkan telah dilihat bersama dari berbagai kunjungan kerja ke luar daerah. Padahal keberhasilan itu bisa diadopsi. Mereka bisa kenapa kita tidak. Potensi perairan kita juga banyak kok," tukasnya kesal.

Wali Kota Palangka Raya ini menyayangkan belum kuatnya komitmen dan keinginan dinas teknis untuk mengembangkan potensi sektor perikanan di Palangka Raya. (TESTI PRISCILLA/B-2)