BORNEONEWS, Sampit - M Taufik Mukri mengaku merasa berat menerima amanah jabatan sebagai ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Menurut mantan birokrasi yang juga sebagai Wakil Bupati Kotim itu, jabatan tersebut cukup berat untuk dipikulnya. Taufiq belum mau secara lugas mengiyakan.

Menurutnya, hal tersebut merupakan rekomendasi dan keputusan dari DAD Provinsi Kalteng. "Pemilihan menjadi Ketua DAD Kotim berdasarkan dari hasil keputusan DAD Kalteng," katanya, Selasa (3/9/2017).

Saat ditanyai soal kesiapannya menahkodai DAD Kotim, ia mengaku merasa terbebani dengan jabatan baru yang akan diembannya tersebut.

"Sebenarnya saya merasa berat mendapat jabatan ini. Namun saya berharap adanya dukungan dari seluruh anggota DAD Kotim yang ada agar dapat bekerjasama apabila memang saya dikehendaki untuk mengetuai DAD Kotim," ucapnya.

Sebelumnya, ketua DAD Kotim dijabat Hamidan IJ Biring. Namun, ia tidak menuntaskan masa kepemimpinannya setelah terjerat kasus tindak pidana korupsi dana hibah DAD. Meski masa kepemimpinan Hamidan belum habis, DAD Kotim telah menggelar musda. (NOOR ANNISA/B-5)