BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Para petani di Kelurahan Palingkau tepatnya di Jalan Sungai Binjai RT 11 memperbaiki jalan sendiri tanpa bantuan pemerintah.
Ketua RT 11, H Syahrani mengaku sudah dua kali mengajukan permohonan pembangunan jalan namun tidak direspon Pemkab Kapuas.
"Waktu itu Lurahnya Zainal, sempat kita ajukan dan lakukan pengukuran jalan, tapi sampai sekarang tidak terealisasi," ungkapnya kepada Borneonews.co.id, Rabu (4/10/2017).
Setelah lurah berganti, yang sampai saat ini dijabat oleh Patah, dia juga sudah mengajukan permohonan, namun tidak direalisasikan juga. "Jalan ini sangat vital karena sebagai jalan penghubung," sambungnya.
Kendalanya, katanya, para warga disini sering melewati jalan tersebut, ketika hujan jalan menjadi becek dan susah dilewati.
"Panjang jalan yang kami semenisasi ini sepanjang 250 meter, untuk bantuan bahan bangunan dibantu oleh Bapak Marwan yang tinggal didekat sini, dan kita semua masyarakat jalan Binjai semua turun melakukan pembangunan semenisasi jalan," terangnya.
Syahrani mengaku kurang lebih 5 tahun ini tempat mereka tidak pernah mendapat bantuan perbaikan jalan.
"Jangan sampai pemerintah mengecewakan kami lagi, karena beberapa jalan di Sungai Binjai ini sudah mulai rusak parah, jangan sampai kami lagi yang turun tangan untuk memperbaikinya," tegasnya.
Diketahui, Jalan Binjai berada diseberang Pasar Palingkau. Untuk menuju kesana harus menggunakan ferry penyebrangan. Rata-rata, masyarakat disana sebagian besarnya adalah para petani.
Sementara itu Lurah Palingkau Patah ST, membenarkan jika masyarakat di jalan Binjai telah mengajukan pengusulan pembangunan jalan tersebut, tapi dari Kelurahan tidak ada dana.
"Saya sudah sampaikan ke Dinas PU, Ke Bupati juga dan tahun depan 2018 akan direalisasikan," katanya.
Sebelumnya jalan tersebut belum dapat direalisasikan karena masih menunggu persetujuan dari Dinas PU Kapuas. (HAMDI/B-6)








