BORNEONEWS, Palangka Raya - Gas elpiji 3 kilogram mulai langka di Kota Palangka Raya. Jika di ibu kota provinsi saja sudah langka, bagaimana dengan di kabupaten?

Pertanyaan itu dilontarkan Muslikah, seorang warga Kota Palangka Raya yang mengeluhkan langkanya gas bersubsidi tersebut.

"Susah, langka sekali. Ini kota padahal. Bagaimana di kabupaten sana? Sudah langka, begitu ketemu harganya juga mahal. Tapi masih mending mahal barangnya ada daripada kosong sama sekali," katanya kepada Borneonews, Rabu (4/10/2017).

Warga Jalan Tingang itu mengaku setidaknya sudah sepekan terakhir dirinya harus melakukan perjalanan jauh ke tengah kota untuk mendapatkan gas dengan tabung berwarna hijau muda tersebut. Hal itu ia lakukan lantaran di daerah tempat tinggalnya sudah tidak ada yang menjual.

"Sepertinya sudah langka. Di langganan saya sudah seminggu ini kosong," kata dia.

Saat ini, lanjut Muslikah, untuk mendapatkan gas elpiji dirinya harus membayar Rp26 ribu per tabung, padahal sebelumnya hanya Rp22 ribu per tabung. "Kata orang pangkalan harus dipesan dulu, kalau tidak akan kehabisan," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-3)