BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemkab dan Polres Lamandau secara resmi menandatangani naskah Memorandum of Understanding (MoU) atau persetujuan bersama dalam rangka pelatihan dan pembinaan program kesemaptaan terhadap para pemuda atau remaja yang berencana mendaftar sebagai siswa Sekolah Polisi Negara (SPN).
Penandatanganan MoU dilaksanakan di ruang kerja Wakil Bupati Lamandau, Jumat (6/10/2017), dimana dari pihak Pemkab MoU ditandatangani oleh Wakil Bupati Sugiyarto, sedangkan dari pihak Polres naskah kerjasama tersebut diteken oleh Wakapolres Lamandau, Kompol. Imam Riyadi. Hadir pula saat itu Pelaksana Tugas (Plt) direktur RSUD Lamandau, dr. Jozeb HF. Rumouw.
"MoU kerjasama yang hari ini ditandangani adalah kerjasama dalam rangka pelatihan kesamaptaan dan juga terkait pemeriksaan kesehatan para pemuda atau pelajar yang ingin masuk ke SPN," ungkap Sugiyarto, disela-sela kegiatan kala itu.
Dengan adanya MoU ini, kata dia lagi, ketika ada pelajar atau pemuda lulusan SMA sederajat ingin mendaftar menjadi polisi, maka secara tidak langsung baik fisik dan kecerdasannya harus mumpuni, maka kita (pemkab) bersama Polres siap memberikan pembekalan dan pembinaan untuk para calon siswa tersebut.
"Misalnya, saat ada seleksi penerimaan bintara, kita bisa melatih mereka dalam hal baris-berbarisnya, ini bisa dilakukan oleh Satpol PP ataupun Dinas Pemuda dan Olahraga. Begitupula, terkait dengan kesehatannya," jelasnya.
Dengan demikian, jauh-jauh dari sebelum mendaftar mereka kalau mau ikut seleksi jadi polisi bisa menyiapkan diri mulai dari sisi kesehatan dan kesamaptaannya. "Sehingga ke depan peserta atau pendaftar bintara yang lulus seleksi dari kabupaten Lamandau bisa lebih banyak lagi, mengingat pada seleksi tahun 2017 ini, dari kabupaten Lamandau hanya tiga orang yang lulus," kata dia.
Di tempat yang sama, Wakapolres Kompol Imam Riyadi juga menyebut bahwa kerjasama yang terjadi sangat memiliki manfaat yang positif. MoU pembinaan kesemaptaan nanti bahkan dinilai akan kian membuka peluang untuk mewujudkan mimpi generasi muda Lamandau yang memiliki cita-cita masuk di sekolah kepolisian.
"Selama ini antusiasme calon siswa dari Lamandau yang mendaftar itu sebetulnya sudah cukup banyak, tapi sebagian besar harus kandas karena kesiapan yang kurang matang. Dengan disiapkan dan dibina maka tentu harapan kita kekurangan-kekurangan calon sisawa dapat diminimalisir, peluang lulus menjadi siswa SPN juga tentu menjadi terbuka lebar," jelasnya.
Jika melihat potensi sumberdaya manusia, kata dia lagi, Lamandau sebetulnya tidak kalah dengan daerah lain, hal tersebut ditunjukkan dengan fakta bahwa tiga siswa dari Lamandau yang dinyatakan lulus menjadi siswa SPN tahun 2017 ini justru satu daintaranya menempati nilai tertinggi di Kalteng.
"Ada calon siswa yang mendaftar melalui Polres Lamandau bernama Berlian Dwi Saputra, ia adalah peraih nilai tertinggi se Kalteng pada seleksi calon siswa SPN tahun 2017. Ini fakta. Artinya, SDM kita sebetulnya sudah didukung potensi, tinggal kita saipkan lebih matang lagi dengan cara pembinaan kesemaptaan," tukasnya. (HENDI NURFALAH/B-8)
Pemkab dan Polres Lamandau Teken Kerjasama Pembinaan Kesemaptaan
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Wagub Kalteng Salurkan Bantuan Pangan dan BLT KHBS untuk 368 KPM di Sematu Jaya
Bupati Lamandau Dorong Pemenuhan Gizi dan Fasilitas demi Prestasi Atlet
Gerakan Pangan Murah di Lamandau Beri Subsidi 20 Persen demi Bantu Warga Dapatkan Bahan Pokok Terjangkau
Ambulans Desa Sungai Buluh Mulai Beroperasi, Dukung Akses Kesehatan Masyarakat
Bujang Dara Lamandau 2026 Diminta Promosikan Wisata Daerah
Bupati Lamandau Soroti Pencegahan Karhutla dan Tanggung Jawab Perusahaan saat Tinjau Eks Konsesi Grace dan PWN
Komentar (0)
Memuat komentar…







