BORNEONEWS,Kuala Kapuas – Kabupaten Kapuas masih Kekurangan tenaga medis. Oleh karena itu, pada tahun 2018 bakal ada pengangkatan Tenaga Kesehatan Sukarela (TKS) sebanyak 175-200 orang menjadi tenaga kontrak. Ini merupakan upaya Pemkab Kapuas untuk pemerataan tenaga medis.
"Memang saat ini masih perlu penambahan Tenaga Medis dan kita ingin pemerataan sampai ke polosok desa terpencil dan perbatasan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Apendi kepada Borneonews di kantornya, Selasa(10/10/2017).
Saat ini, lanjut dia, jumlah TKS yang diangkat menjadi tenaga kontrak kesehatan sekitar 647 orang. Itu pun pun belum cukup. Sehingga, tahun ini akan diusulkan untuk penambahan paling tidak 175 sampai 200 orang tenaga medis.
"Memang untuk usulan APBD-P 2017 ini tidak masuk,nantinya pada pembahasan APBD 2018 baru kami usulkan untuk penambahan anggaran untuk pengangkatan tenaga kontrak," ungkapnya.
Apendi berharap dengan adanya penambahan tenaga kontrak kesehatan pelayanan kesehatan akan dirasakan oleh masyarajat didesa terpencil. Sehingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kapuas bisa meningkat. Tentu saja harus dibarengi dengan pembangunan infrastrutu, kesehatan dan pendidikan yang merata.
"Kualitas hidup sehat akan terlihat di masyarakat apabila pembanguan infrastruk jalan, kesehatan dan pendidikan terus dipacu dengan pemerataan segala aspek yang menjadi kebutuhan dasar.Kita akan utamakan tenaga kesehatan warga lokal dari mana dia berasal akan kembali mengabdi dan memanguan kampungnya," pungkasnya. (DJIMMY NAPOLEON/B-8)
Kapuas Masih Kekurnagan Tenaga Medis
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Sampah Liar Muncul Lagi Usai Penyegelan, Ini Respons Kadis LHK Kapuas
Sudah Disegel, Sampah Liar di Jalan Keruing Kapuas Masih Bermunculan
Kapuas Mengaji Dicanangkan di Pulau Petak
Kapuas Minta Dukungan Anggaran Provinsi Lebih Proporsional untuk Jalan, Pertanian dan Kesehatan
3.000 Santri Ikuti Upacara Hari Santri Nasional di Kapuas
Pembangunan Dermaga Waterfront City Kapuas Senilai Rp82,6 Miliar Ditarget Rampung Akhir Desember 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…






