BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun kebanjiran serahan satwa dilindungi oleh masyarakat. Kepala BKSDA SKW II Pangkalan Bun Agung Widodo menjelaskan, sejak akhir September hingga 12 Oktober ini terdapat delapan satwa yang sudah diterima oleh pihaknya.
"Rinciannya adalah seekor Beruang Madu, satu anak Orangutan usia 2 tahun, dua ekor Elang Rawa, seekor Elang Bondol, seekor Kakaktua Jambul Kuning dan satu Kukang. Semuanya diserahkan warga yang berada di Kabupaten Kotim. Sedangkan seekor Elang Brontok, seekor Kukang dan seekor Ular Sawah diserahkan oleh beberapa warga Pangkalan Bun," jelasnya.
Menurutnya, saat ini satwa tersebut masih ditempatkan di kandang sementara sebelum dilepasliarkan. "Namun ada satu satwa yaitu Burung Kakaktua Jambul Kuning yang tidak mungkin dilepasliarkan di wilayah tugas kita. Karena satwa tersebut bukanlah endemik Kalimantan, melainkan satwa endemik di provinsi Nusa Tenggara Timur. Jadi kita akan berkoordinasi dengan petugas di sana agar burung tersebut bisa dilepasliarkan di habitatnya," jelasnya.
Banyaknya satwa liar serahan warga tersebut membuktikan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap larangan memelihara satwa dilindungi semakin tinggi. (WAHYU KRIDA/B-2)
BKSDA SKW II Pangkalan Bun Kebanjiran Satwa Serahan Warga
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kabinda Kalteng Ajak Tokoh Agama Edukasi Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Komentar (0)
Memuat komentar…







