BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 231 siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Palangka Raya resmi menjadi warga baru.

Pengesahan siswa PSHT ini berlangsung di Aula Asrama Haji, Jalan G Obos Palangka Raya, Minggu (15/10/2017) dini hari.

Mereka berasal dari beberapa ranting seperti Ranting Pahandut, Jekan Raya, Kalampangan dan Bukit Batu. Kemudian Ranting Sepang, Tumbang Jutuh, Maliku, Buntok, Ampah, Muara Teweh, Murung Raya dan Kuala Kurun.

Ketua PSHT Cabang Palangka Raya, Suprapto mengatakan tujuan pengesahan ini untuk mendidik manusia yang berbudi luhur tau benar dan salah. Kemudian beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Tentunya ini sesuai tujuan organisasi SH Terate, sehingga mereka akan hidup bahagia di dunia maupun akhirat," kata Suprapto kepada borneonews.co.id.

Dia menuturkan PSHT Cabang Palangka Raya berdiri sejak 1993 dengan memiliki 14 ranting. Dua ranting di antaranya telah menjadi cabang.

Yakni Ranting Kapuas dan Katingan. Sejak saat itu PSHT selalu aktif mengesankan siswa menjadi warga baru setiap tahunnya. Hingga saat ini, diperkirakan sudah ada 7.000 warga PSHT yang disahkan.

Suprapto yang juga menjabat Kasat Lantas Polres Palangka Raya ini menjelaskan dasar dari PSHT adalah persaudaraan. Persaudaraan harus selalu ditanamkan dalam diri warga.

"Tidak hanya dilatihan. Dalam kehidupan sehari hari, kemanapun dia berada, begitu tahu ada warga pasti dia akan bersalaman dan memiliki rasa batin yang luar biasa," tuturnya.

"Seseorang bisa mengaku warga, tapi kadang harus menunjukan buktinya. Apa buktinya? Makanya setiap warga dilengkapi dengan yang namanya KTA (kartu tanda anggota). Misalnya kartu hilang, ada hal yang tidak bisa hilang. Yaitu kode. Tentunya kode ini tidak bisa saya buka fiur di sini. Kalau warga, pasti tahu. Sehingga ini akan semakin mempererat persaudaraan. Tidak hanya latihan, kemanapun, agama apapun dan jadi apapun tetap mengakui sebagai saudara, melebihi saudara kandungnya," jelasnya.

Suprapto berharap warga baru bisa selalu menjaga kepribadian yang berbudi luhur tahu benar dan salah juga beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Setelah disahkan, kiranya dapat mengembangkan ilmu SH Terate dimanapun berada. Selain itu, mari sebagai warga negara yang baik, ikut berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya," tambahnya.

"Sehingga betul-betul diharapkan masyarakat seperti ayam jago yang telah ia korbankan. Fiosopi ayam jago bahwa diharapkan adik-adik juga jadi jagonya masyarakat yang bisa berpartisipasi dalam berbagai hal," tandasnya. (BUDI YULIANTO/B-6)