BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tingkat abrasi di Pantai Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat sangat mengkhawatirkan.
Kalau tidak cepat diatasi, maka tidak menutup kemungkinan abrasi ini akan memutus akses utama jalan desa.
Menyikapi kondisi ini, Bupati Kotawaringin Barat, Hj Nurhidayah bersama suami tercinta HM Ruslan AS dan dinas teknis belum lama ini meninjau lokasi abrasi di Pantai Keraya.
Bupati Nurhidayah mengatakan saat ini Desa Keraya sudah sangat rawan karena abrasi pantainya sudah hampir mendekati permukiman masyarakat.
Menurutnya pemerintah daerah melalui dinas teknis sudah berkoordinasi dengan perusahaan besar swasta (PBS) dan BKSDA SKW II Pangkalan Bun untuk mengupayakan penanggulangan abrasi yang terjadi dengan menyediakan bibit tanaman mangrove (Bakau).
"Kepada NGO kami nanti meminta bantuan untuk partisipasinya untuk turut serta bersama - sama melakukan penanaman bakau di wilayah pesisir," harap Nurhidayah saat memberikan sambutan kampanye pencegahan kebakaran hutab dan lahan di Taman Kota Bundaran, Pancasila, Minggu (15/10/2017).
Diketahui, saat ini abrasi yang terjadi di jalan Desa Keraya sudah menumbangkan puluhan batang kelapa dan mengikis badan jalan.
Diprediksi apabila tidak cepat ditanggulangi maka dampaknya akan memutus jalan desa yang merupakan aksea utama masyarakat. (KOKO SULISTYOS/B-6)








