BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Jalan titian jembatan yang sudah uzur di pemukiman Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat menyebabkan hipertensi (Darah Tinggi) dan tuli permanen.
Anekdot ini dilontarkan warga yang merasa kesal dengan bergemuruhnya jalan titian bermaterial papan ulin yang pakunya sebagian besar sudah terlepas sehingga saat kendaraan lewat memekakkan telinga walau kendaraan berjalan pelan.
"Bagaimana tidak hipertensi saat waktu istirahat bunyi gertak memekakan telinga, sudah hipertensi komplikasi sama tuli," kata Ridwan, warga RT 02, Kelurahan Raja Seberang sambil tertawa.
Ungkapan senada juga dilontarkan Agus, ia merasa heran dengan kebijakan pemerintah yang justru memprioritaskan jalan yang dipenuhi bangunan walet. Sementara jalan yang menjadi akses utama masyarakat yang terdapat fasilitas publik seperti sekolah dan masjid dibiarkan hancur, patah dan berlubang.
"Rasanya bosan mengeluh tentang jalan kita ini, harusnya ada skala prioritas bukan berdasarkan kepentingan segelintir orang, apalagi yang baru di aspal itu penuh bangunan walet," keluhnya.
Warga sejatinya tak menuntut banyak, kalaupun jalan titian tidak bisa diperbaiki dengan ditimbun cukup dilakukan pengecoran. Tetapi tiang pondasi perlu diperkuat agar mampu menahan beban. "Kan dicor bisa kalau alasannya hanya karena keterbatasan luasan jalan," imbuh Tyo.
Untuk diketahui bahwa Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kobar terdiri dari enam RT. Jalan penghubung dari satu RT ke RT yang lain dihubungkan dengan infrastruktur jalan titian papan yang kondisinya sudah berlubang disana - sini, sudah tidak terhitung warga yang jatuh dari atas jembatan setinggi dua meter akibat menghindari lubang akibat papan lantainya patah. (KOKO SULISTYO/B-8)








