BORNEONEWS, Palangka Raya – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kalteng-1 di wilayah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mulai dilakukan. Bupati Gunung Mas (Gumas) Arton S Dohong datang menyaksikan Groundbreaking Ceremony yang dilakukan Senin (16/10/2017) di lokasi proyek di Desa Tumbang Kajuei, Kecamatan Rungan.
Bupati Arton menyoal keberadaan pelaksana proyek yang menggunakan tenaga kerja (naker) asing sementara tenaga lokal di kabupaten pemekaran yang dipimpinnya, banyak tidak terserap. Sementara proyek yang dikerjakan PT Surya Kalimantan sejati (SKS) Listrik Kalimantan atau SLK tersebut, menggunakan lebih dari 500 tenaga kerja asing (TKA).
Arton juga memerintahkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk melaksanakan tugasnya, mengcek keberadaan orang asing tersebut terutama mengenai status dan izinnya selama tinggal di Indonesia khususnya di wilayah Gumas, Kalteng.
“Saya dapat informasi Naker banyak dari orang asing. Disnaker harus tahu tugasnya. Kalau ada yang salah, menyalahi prosedur baik izin tinggal dan izin kerja, ya disuluh. Ini berkaitan apa saja yang wajib harus dipenuhi mereka,” terang dia mewanti.
Ia sekaligus mengingatkan, dengan cara ketat begitu, akan menghidarkan munculnya masalah-masalah di kemudian hari karena sensitivitas tertentu.
“Kita tidak bangga membuat orang jadi susah, tetapi kita juga tidak mau susah karena (perilaku) orang. Nanti dianggap saya melakukan pembiaran dan seterusnya, kan jadi tidak enak didengar. Jadi nanti agar dikordinasikan, sesuaikan dengan aturan dan penuhi persyaratan. Kita tidak ingin ribut tapi agar damai,” cetusnya.
Tak mengherankan jika Arton memberikan catatan atas hal ini. Sebab pantauan Borneonews di lapangan, ratusan pekerja asal China membanjiri lokasi proyek. Saat pertama memasuki lokasi proyek, bendera berbahasa China bertebaran dipasang, hingga dalam kantor ‘direksi keet’ papan nama, papan penunjuk, semuanya berbahasa dan abjad China, sedikit yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia.
Presiden Direktur SKS Listrik Kalimantan (SLK) Lokita Prasetya mengatakan, Proyek pembangkit Kalteng-1 merupakan proyek ketiga, setelah proyek serupa dilakukan yaitu pembangkit Sumsel-5 dan Kendari-3.
“Ini adalah bagian dari proyek nawacita yg dicanangkan Presiden RI dalam rangka mencapai kelistrikan 35 ribu MW. Hal ini untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia,” katanya. (ROZIQIN/B-5)








