BORNEONEWS, Sampit - Kesenjangan infrastruktur pendidikan antara pedesaan dengan kota dinilai masih terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Hal itu nampak dengan adanya bangunan Sekolah Dasar (SD) yang usang dan rusak parah.
Di mana SD tersebut berada di Desa Kuluk Telawang, Kecamatan Antang Kalang. Kondisinya sangat tidak layak digunakan belajar mengajar. Sehingga masyarakat di sana minta pemerintah memperbaiki gedung tersebut.
Menurut Rully, warga di sana, bangunan sekolah itu sudah berdiri sejak 20 tahun lalu, dengan berbahan dasar dari kayu. Pada bangunan itu terdapat empat kelas, yang digunakan untuk ruang belajar dan juga ruang guru. Walaupun sudah lama dibangun, namun belum sekalipun ada perbaikan.
"Kondisinya cukup memprihatinkan, atap bocor, dinding ada sebagian jebol, dan bahkan lantai berlubang. Selain itu pintu yang jebol juga diperbaiki dengan kayu seadanya," ujar Rully, Rabu (18/10/2017).
Kondisi itu dinilai mengganggu belajar mengajar di sekolah tersebut. Terutama pada saat hujan deras turun. Maka air akan masuk ke dalam ruangan. Bahkan tidak sedikit murid basah akibat kebocoran, hingga harus dipulangkan.
Kondisi itu dinilai berbanding terbalik dengan keadaan infrastruktur sekolah di perkotaan. Seperti di Sampit, yang mana bangunan kelas hingga ruang gurunya banyak yang memadai.
"Kami sudah pernah laporkan kepada pihak kecamatan dan Dinas Pendidikan setempat, namun belum ada perbaikan hingga kini," kata Rully.
Ia dan warga lain berharap agar sekolah tersebut cepat diperbaiki. Sehinga anak-anak bisa bersekolah dengan nyaman. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








