BORNEONEWS, Sampit - Meski logistik pemilihan kepala desa (pilkades) sudah sampai ke desa-desa yang melaksanakan pemilihan, namun banyak tantangan yang dihadapi panitia dalam pendistribusian logistik.
Mulai dari menempuh jalur darat yang sempat terkendala jalan rusak parah, jembatan putus hingga melintasi jalur sungai. Namun demikian pendistribusian sampai ditempat tujuan 79 desa yang melaksanakan pilkades.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Redi Setiawan mengatakan, semua desa termasuk di pedalaman sudah menerima logistik pilkades, jalan rusak yang dilalui sebagian besar di wilayah utara.
"Termasuk jembatan yang sempat putus ada di kawasan Desa Bandar Agung," kata Redi, Jumat (20/10/2017).
Sementara itu pengiriman melalui jalur sungai berada di Desa Bantian, Kecamatan Pulau Hanuat atau wilayah selatan Kotim, pendistribusian tidak terkendala gelombang besar karena sudah diantisipasi oleh panitia.
Pengiriman dilakukan sesuai pengalaman masyarakat, kapan saat teduh dan rawan melalui pengalaman itulah logistik dikirim tanpa hambatan. "Segela sesuatunya sudah kita antisipasi," tegasnya.
Bahkan sejumlah desa Jumat sore menurut Redi sengaja berkeliling kampung menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk turut serta hadir dalam pemilihan kepala desa.
Seperti yang dilakukan petugas gabungan dari Bhabinkamtibmas, Koramil, panitia dan pihak desa Sungai Paring, mereka bersama-sama menyampaikan himbauan ke masyarakat setempat untuk menyampaikan hak pilihnya pada Sabtu (21/10/2017).
Tidak hanya itu jajaran petinggi Polda Kalteng dan Polres Kotim juga turun langsung ke desa Bajarum memantau situasi jelang pelaksanaan pilkades ditempat itu. (NACO/B-6)
Pengiriman Logistik Pilkades di Kotim Terkendala Jembatan Putus dan Jalan Rusak
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Kotim Ajak Perbanyak Doa Minta Hujan saat Karhutla Belum Reda
Penjual Nanas Dialihkan ke Lingkar Utara setelah Jalan Ujung Landasan Bandara H Asan Sampit Ditutup
Pembenahan Dermaga Inhutani Terkendala Aset, Dishub Kotim Rencanakan Bangun Halte Sungai Sampit-Seranau
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Warga Mulai Beradaptasi dengan Jalur Baru Setelah Jalan Tjilik Riwut Ujung Bandara Haji Asan Ditutup Permanen
Kemenag Kotim Tawarkan Korban Perundungan Pindah ke Madrasah Negeri Gratis
Komentar (0)
Memuat komentar…







