BORNEONEWS, Muara Teweh - Dinas Kesehatan (Dinkes) Barito Utara (Barut) menggelar pertemuan koordinasi Pokjanal Posyandu tingkat kabupaten. Kegiatan tersebut dibuka Asisten Setda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Hendero Nakalelo.
“Kelompok kerja operasional pembinaan pos pelayanan terpadu atau Pokjanal Posyandu adalah kelompok kerja yang tugas dan fungsinya mempunyai keterkaitan dalam pembinaan, penyelenggaraan, pengelolaan posyandu yang berkedudukan di pusat, provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan,” kata Hendro Nakalelo.
Pokjanal Posyandu punya tugas menyampaikan data dan informasi dalam skala kabupaten tentang keadaan maupun perkembangan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan program posyandu.
Dijelaskannya, peran tim Pokjanal Posyandu dalam upaya penurunan kematian ibu dan bayi cukup besar. Dalam tiga bulan terakhir kematian ibu dan bayi di angkanya cukup fluktuatif.
“Di mana jumlah kematian ibu dari tahun 2015 hingga 2016 yaitu satu orang meningkat menjadi enam orang dan hingga bulan Oktober 2017 sudah ditemukan kematian kematian ibu sebanyak satu orang. Begitu juga angka kematian bayi cenderung mengalami peningkatan dari tiga orang pada tahun 2015 dan 2016 dan meningkat menjadi enam orang sampai dengan bulan Oktober 2017,” katanya.
Lebih lanjut, ungkapnya, jumlah Posyandu hingga saat ini sebanyak 170 dengan strata pratama sebanyak 55 (32,4 persen), strata madya 97 (57,0 persen) dan purnama sebanyak 12 (7,1 persen), strata mandiri 6 (3,5 persen) sehingga jumlah posyandu purnama mandiri (PUR) sebanyak 18 (10,6 persen).
Dan untuk meningkatkan koordinasi, pembinaan fasilitasi, advokasi dan dukungan dalam rangka meningkatkan fungsi kinerja posyandu, maka diperlukan komitmen, kesamaan pemahaman dan kerjasama sehingga akan terjadi sinkronisasi dan kerjasama lintas sektor ditingkat kabupaten.
Oleh karena itu dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dan pemberdayaan masyarakat perlu adanya jalinan kerjasama dengan lintas sektor dan organisasi masyarakat terkait.
“Diharapkan pada tahun 2017 ini selain untuk peningkatkan kualitas pelayanan posyandu juga diharapkan ada penambahan atau peningkatan strata posyandu menjadi posyandu purnama mandiri. Keberhasilan posyandu terletak pada kinerja masyarakat itu sendiri, terutama para kadernya sebagai pelaksana posyandu, Kader tidak bisa bekerja sendiri, dan perlu mendapat dukungan konkrit baik dari masyarakat yang dilingkungan maupun dari pemangku kepentingan ditingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya. (RAMADHANI/B-5)








