BORNEONEWS, Palangka Raya - Sales Executive LPG Kalteng, PT Pertamina (Persero) area Palangka Raya Kalimantan Tengah, Aria Aditya mengatakan produk Bright Gas 5,5 Kg yang menjadi keresahan masyarakat belakangan ini, sebenarnya merupakan produk non subsidi.

"Sedangkan elpiji 3 kg seperti diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu dan usaha kecil dan mikro. Jadi, masyarakat mampu dan usaha non mikro, diharapkan jangan mengambil hak masyarakat yang tidak mampu (menggunakan elpiji 3 Kg). Mulailah gerakan sadar subsidi, dan gunakanlah produk non subsidi seperti Bright Gas ukuran 5,5 Kg, Bright Gas 12 Kg atau elpiji 12 Kg bagi masyarakat mampu dan usaha non mikro," kata Aria, Senin (23/10/2017).

Aria menambahkan, korelasi atau hubungan antara elpiji 3 Kg dgn Bright Gas 5,5 Kg sebenarnya tidak ada. Karena elpiji 3 Kg adalah barang subsidi yang ditugaskan pemerintah kepada Pertamina untuk disalurkan kepada masyarakat kurang mampu. Sedangkan Bright Gas 5,5 Kg adalah barang non subsidi yang diperuntukkan utk masyarakat mampu.

"Dengan kata lain, isu mengenai elpiji 3 Kg akan digantikan dengan Bright Gas 5,5 Kg adalah persepsi atau isu yang tidak tepat. Jadi masyarakat tidak perlu panik. Tetap tenang, karena alokasi tabung gas elpiji ukuran 3 Kg di Palangka Raya tetap stabil dan aman," terangnya. (TESTI PRISCILLA/B-11)