BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran mengingatkan semua pihak agar tidak menjadikan pemilu kepala daerah (Pilkada) sebagai ‘ladang’ untuk menebar benih perpecahan.
Karena banyak konsekuensi yang akhirnya harus ditanggung dan dirasakan setelahnya. Penekanan ini disampaikan Sugianto seusai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dalam rangka persiapan Pilkada Serentak 2018 di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Senin (23/10/2017).
"Dampak yang diakibatkannya, akhirnya harus ditanggung setelah Pilkada berakhir, masyarakat terpecah dan itu sulit atau butuh waktu menyembuhkan luka. Ini rugi bagi kita, karena itu Selaku Gubernur Kalteng, saya mengingatkan kepada seluruh calon kepala daerah agar jangan coba-coba memenangkan pilkada dengan cara memecah belah Kalteng,” kata gubernur mewanti.
Lalu apa peringatan Sugianto untuk warga Kalteng yang menghadapi 11 Pilkada kabupaten/kota pada 2018? Dia tegas meminta agar tidak main-main dengan berita hoax, dan masyarakat tidak mudah menelan mentah-mentah informasi yang menyebar.
“Saya tegaskan lagi, jangan menggunakan cara-cara tidak beradab seperti menyebar hoax dan membuat masyarakat resah,” tandasnya. (ROZIQIN/B-6)
Karena banyak konsekuensi yang akhirnya harus ditanggung dan dirasakan setelahnya. Penekanan ini disampaikan Sugianto seusai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dalam rangka persiapan Pilkada Serentak 2018 di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Senin (23/10/2017).
"Dampak yang diakibatkannya, akhirnya harus ditanggung setelah Pilkada berakhir, masyarakat terpecah dan itu sulit atau butuh waktu menyembuhkan luka. Ini rugi bagi kita, karena itu Selaku Gubernur Kalteng, saya mengingatkan kepada seluruh calon kepala daerah agar jangan coba-coba memenangkan pilkada dengan cara memecah belah Kalteng,” kata gubernur mewanti.
Lalu apa peringatan Sugianto untuk warga Kalteng yang menghadapi 11 Pilkada kabupaten/kota pada 2018? Dia tegas meminta agar tidak main-main dengan berita hoax, dan masyarakat tidak mudah menelan mentah-mentah informasi yang menyebar.
“Saya tegaskan lagi, jangan menggunakan cara-cara tidak beradab seperti menyebar hoax dan membuat masyarakat resah,” tandasnya. (ROZIQIN/B-6)








