PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Keluarga korban penganiayaan hingga meninggal dunia sangat terpukul atas kepergian pelajar SMPN di Palangka Raya itu untuk selamanya. Apalagi, pelaku penganiayaan diduga ibunya berinisial MU (40).

Tante korban  meminta pelaku dihukum setimpal atas perbuatannya. "Dari keluarga, kami minta tolong hukum seberat-beratnya," kata LA sambil menitikan air mata usai pemakaman keponakannya itu di TPU, Jalan Tjilik Riwut Km 12, Selasa (24/10/2017).

Sang tante yang juga didampingi keluarga lainnya menyebutkan bahwa korban sudah sering mendapat perlakuan kasar sejak duduk di bangku kelas 6 SD. Pada Sabtu pekan kemarin, ia juga mendengarkan pengakuan korban bahwa korban dipukul ibunya.

Menurutnya, semasa hidup, sebenarnya hendak merawat korban. Namun ibu korban mengambilnya. "Tapi kami bingung, kenapa anak itu tidak mengadu ke eyangnya. Kami tidak tahu apakah diancam atau tidak," tuturnya.

"Kami tidak bisa memaafkan. Pokoknya dihukum saja dia," pungkasnya sambil menangis.

--page

Korban meninggal dunia di kediamannya, Kompleks Bukit Ketimpun II, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya pada Senin (23/10/2017) siang.

Almarhum kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Jalan Tjilik Riwut Km 12, Palangka Raya, Selasa (24/10/2017). Sejumlah keluarga dan rekannya turut menghantarkan korban ke tempat peristirahatan terakhir. (BUDI YULIANTO/B-5)