BORNEONEWS, Jakarta - Ketua Kaukus Muda Indonesia (KMI) Edi Humaidi mengatakan bahwa sidang paripurna tahunan MPR/DPR dan DPD pada Agustus 2017 menjadi panggung politik bagi Presiden Joko Widodo bersama Wapres Jusuf Kalla. Terutama dalam menyampaikan capaian dan kesuksesan pembangunan pada masa pemerintahan mereka yang sudah berjalan tiga tahun ini.
Ajang tahunan yang bersifat resmi kenegaraan dan disebarkan oleh berbagai media massa baik elektronik dan cetak tersebut digunakan secara maksimal oleh Jokowi untuk menyampaikan capaian pemerintah dalam hal pembangunan ekonomi dan manusia.
Target bidang infrastruktur banyak yang sudah dicapai pada periode 2015-2016. Misalnya, pembangunan jalan dan peningkatan kapasitas jalan nasional lebih kurang sepanjang 7.000 kilometer, penyelesaian pembangunan empat bandara baru, serta pembangunan jalur kereta baru sepanjang 1996 kilometer.
Begitu pula dengan penyediaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dengan begitu, diharapkan akses ekonomi yang lebih luas akan terbuka dan terkoneksi lebih maksimal. Yang pada gilirannya dengan adanya banyak pembangunan proyek infrastruktur maka kesempatan kerja akan terbuka lebar dan perlahan bisa mengurangi kemiskinan.
“Presiden juga menyampaikan peningkatan pembangunan manusia yang sifatnya non fisik, seperti meningkatkan indeks pembangunan manusia dari 68,90% di tahun 2014 menjadi 70,18% pada 2016,” kata Edi.
Begitupun dengan keberhasilan pemerintah menurunkan indeks gini rasio dari yang sebelumnya 0,414% pada 2014 menjadi 0,393% pada 2017.
Dibidang ideologi, lanjut Edi, Jokowi memamerkan pembentukan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. “Pembentukan tersebut patut ditegaskan untuk menunjukkan pemerintah tak hanya memperhatikan pemerataan ekonomi, tapi juga pembangunan ideologi negara,” tuturnya.
Perlu Publikasi Media
Terhadap hal tersebut, Edi menyebut dibutuhkan peran obyektif pemberitaan media dalam menciptakan kondisi agar publik dan masyarakat dapat memahami secara obyektif serta menyerap secara kritis dan benar proses dan perkembangan serta capaian pembangunan yang telah, sedang, dan akan dilaksanakan oleh pemerintah.
“Hal itu penting mengingat komitmen pemerintah dalam membangun dari ujung ke ujung dapat terlihat dari berbagai program pemerintahan Jokowi-JK, yang fokus membangun di berbagai wilayah dan sektor. Sehingga peran media dalam membangun optimisme masyarakat guna terwujudnya pembangunan melalui obyektivitas pemberitaan dan kontrol media sangat diperlukan dalam rangka mewujudkan jalannya pembangunan di Indonesia dalam rangka menuju Indonesia yang lebih baik,” ucapnya.
Adapun berbagai pembangunan yang dilakukan di Indonesia antara lain pembuatan jalan tol trans Sumatera tahap I dari Lampung-Palembang-Indralaya, pembangunan PLTU Batang, Jawa Tengah dengan Kapasitas 2.000 MW, pengairan Waduk Jatigede, Sumedang yang berfungsi untuk mengendalikan banjir di Indramayu dan pengairan sawah-sawah di Jawa Barat.
Selanjutnya pembangunan PLTA dengan kapasitas 110 MW, pembangunan jalur LRT jurusan Cibubur-Cawang dan Bekasi Timur-Cawang, membuat terowongan dalam tanah untuk jalur MRT trayek Lebak Bulus-Kebayoran Baru-Senayan-Bundaran Hotel Indonesia, membangun infrastruktur di perbatasan Kalimantan dari Kalimantan Utara sampai Kalimantan Barat, Pembangunan Pelabuhan Laut dalam di Papua: Sorong, Manokwari, Jayapura dan Merauke, serta infrastruktur pembuatan jalan yang menghubungkan kota-kota di Papua.
Lalu, membangun kilang minyak serta storage BBM di Indonesia senilai Rp140 triliun, membuat jalan tol sepanjang 132.35 km, beroperasinya enam rute tol laut Jokowi dari Tanjung Priok-Papua. Tanjung Priok-Natuna. Tanjung Perak ke seluruh pelabuhan di NTT dan seluruh pelabuhan di Maluku serta seluruh pelabuhan di Papua dan Papua Barat, pembangunan 15 bandara baru di wilayah terluar Indonesia, di antaranya di Miangas, Manokwari, Berau, Tual, Palu, Maumere, Tarakan, Aceh Tengah, Wakatobi, dan lain lain.
Ditambah juga meresmikan pabrik pupuk terbesar di Asia Tenggara Pupuk Kaltim 5 Bontang dengan kapasitas produksi ammonia 825.000 ton per tahun dan produksi urea 1.155.000 ton per tahun, serta dimulainya pembuatan jalur kereta api trans Borneo, pembuatan jalur rel kereta cepat Makassar-Pare Pare, diharapkan tahun 2019 sudah bisa beroperasi. Kereta api trans Sulawesi dari Manado ke Makassar, pembangunan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung di Walini, Bandung Barat, pembangunan 1 juta rumah untuk rakyat yang mana akhir Januari 2016 sudah terbangun 700 ribu unit.
Sejak 50 tahun lalu warga Sulawesi Utara dan Gorontalo kekurangan listrik. Sekarang lihat saja sudah bisa merasakan aliran listrik selama 24 jam mulai Januari 2016 karena PLTG Apung yang dikirim Jokowi bulan Desember 2015 sudah berfungsi ful berdaya 120 MW, dan berbagai program lainnya.
Berangkat dari fakta diatas, Kaukus Muda Indonesia (KMI) sebagai bagian dari elemen bangsa bersama elemen lainnya memandang perlu untuk mengkaji secara obyektif keberhasilan pemerintah Jokowi-JK serta lebih jauh menakar sejauh mana keberhasilan pembangunan pemerintah mampu benar-benar dirasakan masyarakat. (RO/B-3)








