BORNEONEWS, Muara Teweh - Sejak 2015 lalu negara yang tergabung dalam The Association of Southeast Asian Nations (Asean) memasuki area baru perdagangan bebas kawasan Asia Tenggara atau AFTA.
Seiring penerapan AFTA, barang-barang impor dari negara-negara Asean akan membanjiri pasar Indonesia dengan harga yang relatif murah, karena penurunan bea masuk barang impor dan penghapusan hambatan-hambatan non tarif.
Mengantisipasi persaingan usaha antarnegara Asean dan demi menembus pasar dunia, Kabupaten Barito Utara harus mampu menumbuhkan wirausaha yang tangguh, berdaya saing, dan mandiri.
Untuk mewujudkan hal itu, diperlukan adanya pelatihan pengembangan kewirausahaan. Seperti yang dilakukan Pemkab Barito Utara, Rabu (25/10/2017).
“Melalui pelatihan wirausaha diharapkan dapat menggali kemampuan diri dalam mengelola sumber daya yang tersedia guna meningkatkan daya saing usaha para peserta selaku wirausaha baru, yang diharapkan dapat menumbuhkan ide-ide kreatif dalam berinovasi. Sehingga menghasilkan produk yang memiliki keunggulan kompetitif agar dapat bersaing dengan barang impor. Baik yang berasal dari negara-negara Asean maupun dunia,” kata Asisten III Bidang Administrasi Setda Barito Utara Fauzul Risma.
Menurut dia, pelatihan pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UKM bagi wirausaha baru juga berkaitan dengan visi dan misi kepala daerah 2013-2018, yakni terwujudnya percepatan pembangunan di berbagai bidang serta peningkatan ekonomi masyarakat secara berkeadilan menuju Kabupaten Barito Utara yang lestari dan sejahtera. (RAMADANI/B-3)








