BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pulang Pisau Rinduan Syahrani mengatakan sistem bioflok yang dilakukan untuk pembudidaya di Kabupaten Pulang Pisau untuk mengatasi keterbatasan pakan ikan.
Hal tersebut kata dia mulai dikembangkan oleh pembudidaya ikan di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau.
"Ini menjadi solusi terhadap keterbatasan pakan ikan dan juga ketergantungan pembudidaya dengan pakan pabrik," katanya, Rabu (25/10/2017).
Menurutnya dengan budidaya ikan sistem bioflok sangat efektif dan efisien baik dari segi biaya produksi maupun waktu pemeliharaan sehingga dapat meningkatkan produktivitas usaha budidaya ikan.
Ia menjelaskan budidaya lele sistem bioflok ini adalah pengembangan budidaya ikan yang dilakukan dengan memanfaatkan mikroorganisme atau limbah lele itu sendiri. Dalam prosesnya jelas Riduan dilakukan dengan cara mengolah limbah hasil budidaya agar menjadi flok-flok atau gumpalan yang kecil sebagai makanan ikan secara alami. (JAMES DONNY/B-8)








