BORNEONEWS, Pulang Pisau - Resiko stunting di Kabupaten Pulang Pisau terus menyusut. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau angka stunting Pulang Pisau mencapai 32%, tahun sebelumnya 49,5%.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, Muliyanto Budihardjo, saat menghadiri Advokasi dan Sosialisasi Strategi Edukasi Kesehatan dan Gizi melalui Kemandirian Keluarga Menurunkan Stunting di aula Dinas Pendidikan Pulang Pisau, Kamis (26/10/2017).
Muliyanto menjelaskan, stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan yang kurang dalam waktu lama. "Umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi," katanya.
Stunting, terang Mul, terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. "Selain pertumbuhan terlambat, stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, yang menyebabkan kemapuan mental dan belajar yang berkurang, serta prestasi sekolah yang buruk," ujarnya.
Stunting dengan kondisi lain katanya, terkait juga dengan resiko terkena berbagai macam penyakit, seperti risiko diabetes, hipertensi, obesitas dan kematian akibat infeksi. Menurutnya dengan gencarnya sosialisasi yang dilakukan dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam mengatur pola makanan serta pola kebiasaan hidup sehat. (JAMES DONNY/B-2)
Stunting Pulang Pisau Terus Menyusut
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Terima Kunjungan Komisi II DPRD Kalteng, Wabup Pulang Pisau Harapkan Dukungan Sarana Antisipasi Karhutla
LPDN Salurkan Bantuan untuk Korban Karhutla di Pulang Pisau
Distan Pulang Pisau Harapkan Bantuan Alsintan Dongkrak Produktivitas Padi
Wabup Pulang Pisau Minta Petani Tidak Menjual Bantuan Alsintan
Anggota DPR RI Andina Teresia Narang Salurkan Bantuan Alsintan di Pulang Pisau
KSAD Siap Kerahkan Kekuatan TNI untuk Percepat Penanganan Karhutla di Pulang Pisau
Komentar (0)
Memuat komentar…







