BORNEONEWS, Nanga Bulik - Sebuah penghormatan adat baru saja diterima bakal calon Bupati Lamandau 2018-2023, Hendra Lesmana. Kehormatan besar itu berupa pemberian gelar adat dari masyarakat Desa Penyombaan, kecamatan Delang.
Rumah kayu milik tokoh adat desa Penyombaan bergelar 'Omas Ganda Pintu Dua' di desa tersebut kini menjadi saksi bisu atas acara sakral bertajuk 'Penggolaran Adat' khas Dayak Tomun, yang resmi dilaksanakan pada Selasa (24/10/2017) lalu.
Pada ritual penggolaran yang dipimpin langsung mantir adat dan mantan mantir adat desa serta disaksikan puluhan masyarakat setempat, Hendra Lesmana kini resmi menyandang sebuah gelar kehormatan Adat Desa Penyombaan, yang gelar itu bernama 'Omas Macan Tali Bicara Kunci Bumi', sebuah gelar diyakini telah sesuai dengan gambaran sekaligus harapan dari masyarakat setempat kepada Hendra Lesmana.
"Penggolaran ini telah sesuai dengan aturan adat yang berlaku di sini, kini beliau (Hendra Lesmana) sudah resmi menyandang gelar adat 'Omas Macan Tali Bicara Kunci Bumi', semua masyarakat di sini sudah sepakat memberikan gelar kohormatan itu, artinya gelar itu telah berlaku dan sudah resmi melekat," ujar Panca, salahsatu yang memimpin prosesi Penggolaran, saat dibincaingi usai melaksanakan prosesi sakral itu.
Mantan mantir adat yang juga tokoh adat dengan gelar adat Omas Ganda Pintu Dua itu juga menyebut, penamaan gelar adat itu sudah dipertimbangkan dengan matang melalui perundingan adat. Muncul penamaan itupun disebutnya telah didasarkan pada pembacaan karakter sekaligus sebuah doa dan harapan masyarakat.
"Makna dari gelar adat itu (Omas Macan Tali Bicara Kunci Bumi) sangat luas, filosofinya pun juga didasarkan pada pembacaanb karakter serta harapan dari masyarakat kepada beliau (Hendra Lesmana)," terangnya.
Omas Macan Tali Bicara Kunci Bumi, katanya lagi, kurang lebihnya didapat sebuah makna luhur bahwa sosok Hendra Lesmana merupakan tokoh muda yang gagah, progresif dan amanah, sehingga jika diibaratkan sosok hewan pemberani dan penguasa yaitu macan. Adapun 'Tali Bicara Kunci Bumi' bermakna bahwa yang bersangkutan diyakini mampu mengimplementasikan mimpi serta harapan-harapan warga masyakat sehingga patut diberikan kesempatan untuk memegang kendali kebijakan (digambarkan dengan kunci) di suatu wilayah (digambarkan dengan kata bumi), untuk kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat.
Dirinya pun menegaskan, keputusan pemberian gelar itu samasekali tidak didasari kepentingan sesaat seperti halnya momen politik.
"Beliau (Hendra Lesmana) pada awalnya sama sekali tidak tahu bahwa kami warga di sini akan menggelar prosesi penggolaran ini, artinya penggolaran ini kami rencanakan diam-diam, dan murni berangkat dari pertimbangan kami setelah kami mengamati perilaku, sifat sikap serta tekad beliau yang kami lihat secara langsung maupun tidak langsung," katanya.
Pemberian gelar itu juga memiliki arti lain yakni sebuah sapaan pengganti nama asli. Maksudnya, warga Desa Penyombaan melalui aturan adatnya telah menyepakati menerima Hendra Lesmana sebagai warga adat desa setempat sehingga memiliki kedudukan adat cukup tinggi di desa itu. Warga adat desa itupun nantinya tidak lagi memanggil Hendra Lesmana dengan nama aslinya, karena secara adat tidak pantas dan kurang sopan sehingga diganti dengan sapaan Omas Macan Tali Bicara Kunci Bumi.
Dari pantauan, acara sakral yang digelar kala itupun berlangsung dengan khidmat dari awal sampai akhir. Dimana dalam rangkaiannya, penggolaran itu juga dihiasi dengan berbagai ritual khas seperti baigal dan lain-lain. (HENDI NURFALAH/B-2)








