BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Provinsi Kalimantan Tengah, Yuren S Bahat, mengatakan bahwa mulai tahun depan perencanaan pembangunan dan penganggaran sudah terkoneksi serta terpantau melalui elektronik budgeting atau e-budgeting.
Saat ini, kata dia, Pemprov Kalteng sudah menggunakan perencanaan secara elektrnik dan online atau yang dikenal dengan e-planing. Sedangkan e-budgeting masih tahap pengembangan.
“Kalau perencanaan pembangunan daerah menggunakan aplikasi e-planing sudah berlangsung sejak 2015 lalu. Produk APBD 2016 sudah e-planing. Nah, nanti diintegrasikan dengan e-budgeting pada 2018 untuk menggarap APBD 2019,” kata Yuren kepada Borneonews, Kamis (26/10/2017).
Ia optimistis sistem e-budgeting sudah terbangun pada tahun depan. Dengan e-budgeting anggaran yang sudah diketok dan disetujui eksekutif dan legislatif tidak mudah diotak-atik. Baik poin perencanaan maupun mata anggarannya.
“Sekarang ini monitoring pelaksanaan anggaran sudah secara elektornik atau e-monev, itu sudah berjalan, yaitu melalui apliasi SIMP3D. Jadi 2018 sudah terbangun sistem terintgrasi,” tutupnya. (ROZIQIN/B-3)








