BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Rimbun, menyambut baik upaya pemerintah menutup semua lokalisasi. Namun, menurutnya, harus ada langkah antisipasi pascabubarnya lokalisasi. Salah satunya pencegahan munculnya warung remang-remang.
Karena, menurut dia, mereka yang sebelumnya berpraktik di lokalisasi hanya dibubarkan lokasinya. Sedangkan pelakunya masih ada dan pindah tempat saja. Untuk itu, jangan sampai ke depannya justru banyak bermunculan warung remang-remang.
Diakuinya bahwa di Kota Sampit ini masih ada warung esek-esek. Meski pihak Satpol PP Kotim sudah pernah melakukan penertiban. "Jika pengawasan pemerintah lemah dan tidak tegas, keberadaan warung remang-remang pasti akan menjamur," ujar Rimbun, Minggu (29/10/2017).
Keberadaan warung remang-remang justru sulit terpantau sebab keberadaannya menyebar dan terselubung. Oleh sebab itu, sebelum semakin menjamur lebih baik ditindak tegas dan tertibkan.
Rimbun menyebut, pemerintah kabupaten melalui APBD Kotim sudah menganggarkan dana untuk penutupan lokalisasi. Diharapkan target yang disampaikan beberapa waktu lalu itu bisa diselesaikan.
Dari APBD Kotim dianggarkan sekitar Rp700 juta untuk itu. Selain itu, ada dana dari pemerintah pusat untuk biaya pemulangan dan pesangon para pekerja seks tersebut. (NACO/B-3)








