BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palangka Raya, Januminro mengatakan lebih dari 40 suku yang tinggal di Kota Cantik. Dia menyebut semuanya diberikan kesempatan untuk menampilkan budayanya.
Diketahui, pemerintah kota melalui Kesbangpol melaunching panggung suara kebangsaan di Bundaran Besar, Minggu (29/10/2017).
"Lebih dari 40 etnis suku yang tinggal di Palangka Raya. Nanti semua diberikan ruang untuk menampilkan lagu daerah maupun tari-tariannya," katanya.
Setelah acara launching, Kesbangpol akan menggelar panggung suara kebangsaan dalam sepekan sekali. "Nanti semua kita siapkan dan ini gratis. Kita juga menyediakan makanan dan minuman gratis serta memberikan brosur dan cindera mata. Minggu depan mungkin ada reog," jelasnya.
"Tujuan paling utama membangun semangat wawasan kebangsaan di seluruh komponen masyarakat melalui pola pendekatan kebudayaan," katanya lagi.
"Selama ini kita pendekatannya salah satunya di ruang kelas, ruang tertutup dan lebih banyak ke satu arah. Jadi kurang. Oleh sebab itu, kita pendekatannya melalui budaya," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-6)
Diketahui, pemerintah kota melalui Kesbangpol melaunching panggung suara kebangsaan di Bundaran Besar, Minggu (29/10/2017).
"Lebih dari 40 etnis suku yang tinggal di Palangka Raya. Nanti semua diberikan ruang untuk menampilkan lagu daerah maupun tari-tariannya," katanya.
Setelah acara launching, Kesbangpol akan menggelar panggung suara kebangsaan dalam sepekan sekali. "Nanti semua kita siapkan dan ini gratis. Kita juga menyediakan makanan dan minuman gratis serta memberikan brosur dan cindera mata. Minggu depan mungkin ada reog," jelasnya.
"Tujuan paling utama membangun semangat wawasan kebangsaan di seluruh komponen masyarakat melalui pola pendekatan kebudayaan," katanya lagi.
"Selama ini kita pendekatannya salah satunya di ruang kelas, ruang tertutup dan lebih banyak ke satu arah. Jadi kurang. Oleh sebab itu, kita pendekatannya melalui budaya," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-6)








