BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalimantan Tengah Yuas Elko, mengatakan bahwa ada sejumlah benih radikalisme di Kalteng. Namun, pihaknya sudah melakukan upaya pencegahan.

“Memang ada masalah radikalisme, tapi kita koordinasi ke kabupaten-kabupaten. Yaitu kita namakan deteksi dini. Kita harus konfirmasi kejadiannya seperti apa agar tidak menjadi hal-hal tidak baik,” ujar dia, Senin (30/10/2017).

Saat ditanya sejauh mana ‘wajah’ radikalisme yang menggejala di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai ini, pejabat hasil lelang jabatan beberapa bulan silam itu, tidak bisa menjawab gamblang. Ia hanya menyebut ada beberapa dan mengklaim tidak terlalu banyak.

Ia pun mengaku sanggup melakukan patroli media sosial (medsos). Sebab ditengarai medsoslah yang sering dipakai untuk menebarkan rasa kebencian dan menyebabkan ketersinggungan kepada kelompok lain. Yang akhirnya mengarah pada rasisme dan mengganggu ketentraman sesama warga.

“Kita siap dan sudah melakukan itu, tidak ada masalah melakukan patroli medsos untuk mengantisipasi ujaran-ujaran yang tidak baik,” sebutnya. (ROZIQIN/B-3)