BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sukses mengendalikan bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di musim panas 2017.
Musim panas sudah mulai berlalu dan kini sudah kerap terlihat turun hujan. Namun kemudian justru BPB-PK ini menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan mengumpulkan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) se-Kalteng di Swissbell Hotel Danum, Kota Palangka Raya, Selasa (31/10/2017).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPB-PK Kalteng, Darliansjah bahkan sudah mengatakan mencabut status siaga darurat di Kalteng. Lalu ada apa Raker ini digelar?
“Raker digelar untuk menyelaraskan pemahaman guna mewujudkan Kalteng Tangguh Bencana. Kita ingin seluruh daerah siap dalam menghadapi bencana. Betul kita sudah melewati Karhutla, namun yang di depan mata adalah bencana banjir karena menghadapi curah hujan tinggi setelah musim kemarau berlalu,” bebernya.
Mengenai daerah mana saja yang perlu diwaspadai jenis bencana banjir ini, ia pun menyebut sejumlah daerah antara lain Kabupaten Katingan, Kapuas dan Pulang pisau, serta sejumlah kabupaten di kawasan DAS Barito. (ROZIQIN/B-6)
Musim panas sudah mulai berlalu dan kini sudah kerap terlihat turun hujan. Namun kemudian justru BPB-PK ini menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan mengumpulkan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) se-Kalteng di Swissbell Hotel Danum, Kota Palangka Raya, Selasa (31/10/2017).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPB-PK Kalteng, Darliansjah bahkan sudah mengatakan mencabut status siaga darurat di Kalteng. Lalu ada apa Raker ini digelar?
“Raker digelar untuk menyelaraskan pemahaman guna mewujudkan Kalteng Tangguh Bencana. Kita ingin seluruh daerah siap dalam menghadapi bencana. Betul kita sudah melewati Karhutla, namun yang di depan mata adalah bencana banjir karena menghadapi curah hujan tinggi setelah musim kemarau berlalu,” bebernya.
Mengenai daerah mana saja yang perlu diwaspadai jenis bencana banjir ini, ia pun menyebut sejumlah daerah antara lain Kabupaten Katingan, Kapuas dan Pulang pisau, serta sejumlah kabupaten di kawasan DAS Barito. (ROZIQIN/B-6)








