BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pangkalan elpiji diminta menerapkan kartu kendali untuk memudahkan distribusi elpiji 3 kg bagi warga kurang mampu. Sayangnya, banyak pangkalan elpiji yang tidak menerapkan kartu kendali dalam pendistribusian.
Hal itu terungkap saat Wakil Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Ahmadi Riansyah melakukan sidak ke pangkalan elpiji yang ada di Kecamatan Kumai, Selasa (31/10/2017). Dari sidak itu diketahui, harga elpiji di kios-kios Kumai mencapai Rp40 ribu per kg.
Menurut Wabup, harga elpiji yang mahal itu lantaran banyak pangkalan yang tidak menerapkan kartu kendali. Sehingga elpiji 3 kg bisa dijual kembali ke kios-kios. "Berdasarkan pengecekan di lapangan, kita lihat sebagian besar pangkalan elpiji tidak menerapkan kartu kendali," jelas Wabup.
Padahal, lanjut Wabup, kartu kendali ini digunakan agar penyaluran elpiji tepat sasaran. "Nantinya sesuai instruksi Ibu Bupati Kobar Nurhidayah, Pemkab Kobar akan mengumpulkan Lurah/Kepala Desa untuk melakukan pendataan dan identifikasi siapa saja yang berhak mendapatkan gas elpiji 3 kg," jelas Wabup. (WAHYU KRIDa/B-2)
Pangkalan Elpiji Banyak yang Tidak Gunakan Kartu Kendali
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Harga Cabai Rawit Merah Rp90 Ribu per Kg, Pemkab Kobar Siapkan Bantuan Bibit
Telur, Cabai dan Sayuran Ludes Terjual di Pasar Murah Kobar
Warga dan Satgas Bina Marga Bersihkan Drainase Jalan P Antasari Pangkalan Bun
Dinkes Kobar Publikasikan 21 Kontak Posko Kesehatan untuk Darurat Karhutla
Gawat ! Api Karhutla Tinggal 600 Meter dari Feeding Camp Orangutan di Tanjung Harapan TN Tanjung Puting
Komentar (0)
Memuat komentar…







