BORNEONEWS, Kuala Kurun - Akhir-akhir ini kehidupan berdemokrasi mulai tercemar dengan berbagai perilaku yang sudah tidak lagi mencerminkan nilai-nilai moralitas, semakin jauh meninggalkan budaya lokal Indonesia.
Kebebasan dimaknai dengan pandangan barat yang akhirnya mengikis dan mencabut dari akar ke-Indonesi-an dalam pola tingkah laku keseharian.
Penilaian ini disampaikan Wakil Bupati Gunung Mas, Rony Karlos saat membacakan sambutan tertulis Bupati Arton S Dohong saat pembukaan sosialisasi peningkatan demokratisasi yang dilaksanakan di GPU Tampung Penyang Kuala Kurun, Kamis (2/11/2017).
"Ada perubahan pemahaman dari generasi bangsa ini mengenai moralitas dan nilai-nilai. Bahkan ukuran benar dan salah distandarkankan pada standarisasi orang barat," terangnya.
Rony menyampaikan berbagai propaganda-propaganda yang masuk tidak sesuai denga budaya Indonesia jika dibiarkan maka akan melahirkan generasi yang tidak memiliki cinta tanah air.
Hal tersebut bisa menimbulkan dampak yang tidak baik untuk bangsa Indonesia, bahkan bisa terjadi perpecahan.
"Padahal kemerdekaan yang diusung Bangsa Indonesia berasaskan Pancasila yang mengarahkan pada pandangan akan nilai-nilai dan moralitas yang bersumber dari kenidupan berdemokrasi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa kita," katanya. (EPRA SENTOSA/B-6)








