BORNEONEWS, Muara Teweh - Sebanyak 30 peserta dari sembilan kecamatan di Kabupaten Barito Utara mengikuti Sosialsiasi Pengelola Perpustakaan Desa di Aula Bappedalitbang, Kamis (2/11/2017).
“Sosialisasi yang dilaksanakan ini memberikan materi, baik secara teori maupun praktik. Semuanya akan memberikan nilai tambah yang sangat berharga bagi para peserta dalam melaksanakan tugas sebagai pengelola perpustakaan di desa,” kata Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Barito Utara Fauzul Risma saat membacakan sambutan Bupati Nadalsyah pada pembukaan kegiatan.
Namun demikian, katanya, pengetahuan yang didapat selama sosialisasi belumlah cukup. Oleh sebab itu, masih diperlukan pendalaman ulang, dipahami kembali, dimengerti, sehingga dapat diterapkan dalam mengelola perpustakaan di desa. Dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi kebutuhan masyarakat dalam upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat di desa.
Ia turut pula mengingatkan, tugas pengelola perpustakaan tidaklah ringan. Apalagi pada masa kini dan yang akan datang. Karena terkait dengan tuntutan masyarakat yang semakin kuat untuk dilayani secara lebih cepat dan tepat atas informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Ini sebagai dampak dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian canggih.
“Tapi saya percaya bekal pengetahuan yang diperoleh dari sosialsiasi ini bila diterapkan dengan baik dalam pelaksanaan tugas sehari-hari akan berdampak positif ke arah terciptanya peningkatan budaya baca yang semakin tinggi,” ucapnya.
Sementara, Kepala Dinas Kerasipan dan Perpustakaan Barito Utara Edy Nugroho, mengatakan bahwa tujuan dari sosialiasi itu ialah untuk memperkenalkan kepada para pengelola perpustakaan tentang pengelolaan perpustakaan desa. Memberikan pemahaman, serta memberikan bimbingan terkait tugas bagi pengelola perpustakaan desa.
“Juga untuk meningkatkan SDM pengelola perpustakaan desa, dan meningkatkan pengetahuan, serta wawasan mereka,” kata Edy Nugroho.(RAMADANI/B-3)








